TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar gembira, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan beri subsudi kuota internet.
Tak tanggung, untuk subsidi kuota internet, Kominfo sediakan anggaran Rp. 1,9 triliun per bulan.
Kini Kominfo tengah menggandeng operator Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mewujudkan subsidi kuota.
Meski demikian, kedepannya Kominfo akan bekerja sama dengan perusahaan operator seluler lainnya.
Dikatakan Dirjen informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Widodo Muktiyo, subsidi kuota internet ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk masyarakat.
Khususnya bagi proses pembelajaran secara online ataui daring untuk pelajar.
"Kami berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) operator seluler, untuk memberikan subsisi sampai diskon pembelian kuota internet ini," ucap Widodo dalam diskusi online, Senin (20/7/2020) seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.
Baca: Jokowi dan Menkominfo Divonis Bersalah, Ini Tanggapan Stafsus Presiden dan Johnny G Plate
Baca: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
Menurut Widodo, subsisi kuota internet ini dilakukan untuk menjawab tantangan pendidikan pada masa kenormalan baru dengan belajar di rumah.
"Kami juga bekerja sama dengan operator seluler lain untuk memberikan kuota gratis hingga diskon pembelian kuota, yang dapat digunakan untuk belajar secara online," kata Widodo.
Subsidi kuota internet ini nilainya mencapai Rp 1,9 triliun per bulan yang disiapkan untuk masyarakat.
Widodo menejelaskan, pihaknya sedang fokus untuk menghadirkan layanan internet 4G di 12 wilayah yang belum terjangkau untuk program digitalisasi baik untuk pendidikan dan aktivitas masyarakat.
"Kami juga memfokuskan kepada 45 ribu sekolah yang belum terjangkau jaringan WiFi untuk menunjang fasilitas pembelajaran secara digital," kata Widodo.
Warga Kampung Cilimushideung bisa nikmati internet murah, per bulan hanya Rp. 33 ribu
Pandemi membuat pelajar harus menerima tantangan baru untuk menimba ilmu.
Terlebih, pembelajaran jarak jauh (PJJ) via online atau daring kini menjadi pilihan alternatif agar kegiatan belajar terus berlangsung.
Namun tidak semua orang beruntung memiliki fasilitas maupun akses internet memadai untuk melaksanakan PJJ.
Kampung Cilimushideung, Cibunar, Cibatu, Garut memiliki pahlawan bernama Budi Hermawan.
Budi adalah warga asli yang memiliki mimpi untuk membuat kampungnya menjadi kampung teknologi.
Pria ini telah malang melintang bekerja di bidang teknologi informasi (TI) dan jaringan internet sejak lima tahun lalu.
Mimpi Budi saat ini terwujud setelah ia berhasil membangun jaringan kabel fiber optik di kampungnya sepanjang 5 kilometer.
Targetnya adalah instalasi sepanjang 15 kilometer untuk dua desa, yaitu Desa Cibunar dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu.
"Ini mimpi saya menjadikan kampung saya yang gelap menjadi kampung teknologi sejak lima tahun lalu," kata Budi kepada Kompas.com.
Membangun jaringan kabel fiber optik dan segala peralatan pendukung penyediaan internet, menurut Budi, tidaklah murah.
Sebab, sejak lima tahun lalu, ia mengumpulkan modal untuk mewujudkan mimpinya itu.
Setelah mengantongi modal, Budi pun mulai mencoba membangun jaringan kabel fiber optik.
Untuk memudahkan jalannya dan bisa memberi manfaat bagi banyak warga, Budi pun membentuk Badan Usaha Milik Kampung (Bumka) sebagai wadah penyedia internet murah.
"Bumka yang menyediakan paket internetnya, warga bisa beli paket internet murah Rp 33.000 per bulan per user ke pengurus RW atau pengurus Bumka. Ada juga paket internet harian dan mingguan," kata Budi.
Saat ini, Budi mengklaim sudah membangun jaringan kabel fiber optik sepanjang 5 kilometer yang dibangun Bumka.
Jaringan ini telah mampu memberikan layanan internet murah bagi 257 kepala keluarga di Kampung Cilimus Hideung.
Jika target 15 kilometer jaringan kabel fiber optik terpasang, maka warga dua desa, yaitu Cibunar dan Mekarsari, bisa menikmati internet murah ini.
"Targetnya akhir bulan ini bisa selesai 15 kilometer terpasang, jadi bisa untuk dua desa," katanya.
Jaringan internet yang disediakan Bumka, menurut Budi, bisa melayani ribuan user. Ia pun menyanggupi jika harus memasang jaringan internet murah di daerah lain.
"Kalau mau di semua desa juga bisa, tapi kita perlu dukungan kebijakan dari pemerintah," kata Budi.
Tati, warga Kampung Cilimushideung, mengakui, penyediaan internet gratis dari Bumka Tekno Sains memberi banyak keuntungan bagi warga warga, terutama yang telah memiliki anak yang sekolah.
Sebab, sekolah pada masa pandemi Covid-19 ini mengandalkan jaringan internet.
"Jadi enggak perlu banyak biaya kuota, sebulan Rp 33.000, anak-anak bisa belajar online," kata Tati.
Tati mengaku, sebelum ada internet murah dari Bumka, ia cukup kerepotan memenuhi kebutuhan kuota internet untuk anaknya belajar online.
Uang belanja bulanan pun harus dibaginya untuk kepentingan membeli kuota.
Baca: Mendikbud Nadiem Makarim Permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh, Minta Guru dan Orang Tua Beradaptasi
Baca: Mendikbud Nadiem Makarim Berencana Permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh setelah Covid-19
Baca: Agar Anak Bisa Belajar Online, Ibu di Tangerang Harus Pinjam HP dan Berutang Untuk Beli Pulsa
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUNNEWS/Hari Darmawan, KOMPAS/Ari Maulana)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Pemerintah Siapkan Subsidi Kuota Internet Rp 1,9 Triliun untuk Pembelajaran Online"
dan di Kompas.com dengan judul "Berkat Pria Ini, 1 Kampung Nikmati Internet Rp 33.000 Per Bulan dan Siswa Bisa Belajar Online"