Namun ternyata penyebab Chandra Oratmanung tutup usia bukan karena wabah tersebut, melainkan karena sakit lain yang dideritanya.
Chandra Oratmangun adalah perempuan berdarah Ambon Manado kelahiran 60 tahun silam.
Namanya meroket saat menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya.
Sebelumnya Chandra Oratmangun menjabat Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat.
Saat menjabat menjadi kepala dinas Pemadam Kebakaran, Chandra kerap turun tangan langsung, tujuannya tak lain agar cepat menyesuaikan diri.
Dia pernah mengaku kepada awak media, jika jabatan sebelumnya sangat berbeda dengan Dinas Pemadam Kebakaran, sehingga harus menggunakan cara seperti itu.
Chandra Oratmangun menjabat sebagai kepala dinas Kebakaran mulai 2017.
Baca: Kasus Positif Covid-19 di Surabaya Melonjak Tajam, Wali Kota Risma: 90 Persen di Perumahan Mewah
Baca: Kasus Covid-19 di Surabaya Tembus 5.414, Ketua DPD HIPAKAD Jatim Minta Risma Tak Hanya Teriak-teriak
Meski wanita, Chandra Oratmangun membuktikan kepiawaiannya memimpin pegawai yang didominasi laki-laki itu.
Chandra Oratmangun pernah memimpin 780 anggota yang diantaranya hanya 41 wanita, sementara sisanya adalah laki-laki.
Dalam masa kepemimpinannya di Dinas Kebakaran, Chandra Oratmangun pernah membentuk tim khusus beranggotakan pegawai wanita. Tim tersebut bernama Srikandi.
Tugas Srikandi adalah menenangkan korban kebakaran.
Usai 6 tahun menjabat di Dinas Kebakaran, Chandra Oratmangun harus melepaskan jabatan itu.
Dia pun dipindahkan untuk tugas menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya pada tahun 2018 hingga dirinya tutup usia.
Saat menjabat sebagai DP5A, Chandra Oratmangun juga menjalankan tugasnya dengan baik.
Pernah suatu kali Chandra Oratmangun bekerjasama dengan tim DP5A lainnya menyusun rencana pembebasan warga Surabaya, yang terjebak lingkaran perdagangan manusia tahun 2019. Seorang ibu dengan tiga anak.
Chandra Oratmangun dan tim akhirnya bisa membawa ibu muda itu kembali ke pelukan keluarga, dan mendapat pekerjaan yang layak dari Pemkot Surabaya.
5. Meninggal bukan karena COVID-19
Chandra Oratmangun tutup usia dengan status negatif setelah dua kali menjalani swab test setelah dinyatakan positif Covid-19.
"Kami sampaikan Pemkot Surabaya berbela sungkawa," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara saat ditemui di kantornya.
Sebelumnya Chandra Oratmangun menjadi satu diantara dua Kepala Dinas di Pemkot Surabaya yang terpapar Covid-19.