Kasus Positif Covid-19 di Surabaya Melonjak Tajam, Wali Kota Risma: 90 Persen di Perumahan Mewah

Wali kota Surabaya Risma menjelaskan 90 persen kenaikan angka Covid-19 di Kota Pahlawan berasal dari lingkungan perumahan elite.


zoom-inlihat foto
tri-rismaharini-menjelaskan-cara-penanganan-covid-19.jpg
Capture YouTube Indonesia Lawyers Club
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan cara penanganan Covid-19 di wilayahnya, dalam ILC, Selasa (9/6/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus pasien positif di Surabaya melonjak tajam, ternyata sebagian besar kasusnya ditemukan di perumahan mewah.

Kasus Covid-19 semakin hari semakin bertambah, khususnya di Jawa Timur yang menjadi daerah terbesar kasus positif.

Di Jawa Timur, Subaya menjadi kluster dan pusat penyebaran karena lonjakan kasus yang tinggi.

Hal tersebut lantas ditanggapi oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma menyebut bahwa tren kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya, banyak terjadi di lingkungan masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.

Di antaranya adalah di kawasan perumahan mewah di Surabaya.

Baca: Risma Bersujud dan Minta Maaf kepada Dokter, Ketua DPRD Surabaya Beri Tanggapan

Baca: Kasus Covid-19 di Surabaya Tembus 5.414, Ketua DPD HIPAKAD Jatim Minta Risma Tak Hanya Teriak-teriak

Risma menjelaskan 90 persen kenaikan angka Covid-19 di Kota Pahlawan berasal dari lingkungan perumahan elite.

"Jadi, presentase kenaikan kemarin itu rata-rata menengah ke atas, 90 persen di perumahan mewah," kata Risma, usai memberi bantuan APD untuk tenaga medis RSUA di FK Unair Surabaya, Selasa (30/6/2020) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Risma, penyebaran Covid-19 di Surabaya sebelumnya banyak ditemukan di kawasan perkampungan Surabaya.

Namun, Risma menyebut, saat ini serangan kasus di kawasan perkampungan relatif sudah menurun.

v

Hal itu terjadi lantaran adanya Kampung Tanggung Wani Jogo Suroboyo yang turut membantu Pemkot Surabaya menekan dan mengandalikan penyebaran virus corona.

"Saat ini (penyebaran Covid-19) di perumahan mewah, yang dihuni masyarakat dengan ekonomi menengah atas," tutur Risma.

"Mungkin karena (kasus Covid-19) yang ada kampung itu turun, jadi dia kelihatan (tinggi)," imbuh Risma.

Meski demikian, Wali Kota Surabaya dua periode itu tak menyebutkan perumahan elite mana yang disebut ditemukan banyak kasus baru Covid-19.

Hasil tracing yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ditemukan ada warga yang menghuni kawasan perumahan mewah pernah bepergian ke luar negeri.

"Kemarin kami cocokkan, ada satu orang ternyata dia (pernah melakukan) perjalanan dari luar negeri," ujar Risma.

Baca: Ambil Paksa Jasad Pasien Corona, Pria di Surabaya Ditahan, Istri Hamil Tua Positif Tertular Covid-19

Risma masih mendalami kemungkinan lain yang menyebabkan angka penyebaran Covid-19 di perumahan mewah di Surabaya cukup tinggi.

Di sisi lain, ia juga telah memerintahkan jajarannya di kecamatan untuk menyebar salinan Perwali untuk dibagikan di setiap rumah.

Selain itu, jajarannya juga diminta memberikan pemahaman dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19, sehingga masyarakat dapat menaati protokol kesehatan dengan baik.

Ilustrasi pasien Covid-19 sedang dirawat di RS
Ilustrasi pasien Covid-19 sedang dirawat di RS (Grid.id)

Sebelumnya diberitakan, kasus positif virus corona baru atau Covid-19 kini mulai banyak ditemukan di beberapa perumahan mewah di Kota Surabaya, Jawa Timur.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved