TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masa pandemi seperti sekarang ini, orang-orang diimbau untuk tetap melakukan social distancing demi mencegah penularan virus corona.
Namun sebuah pemandangan ganjil terjadi di Bolivia saat Pekerja Seks Komersial (PSK) di sana ikut menerapkan panduan pencegahan Covid-19.
Mereka menggunakan "baju pelindung" seperti jas hujan tembus pandang saat bekerja.
Baca: Dua PSK Online di Surabaya Ditangkap: Selain Ingin Pesta Seks, Juga Pesta Sabu dengan Pelanggan
Baca: Gara-gara Sewa PSK di Bawah Umur, Buron FBI Russ Medlin Ditangkap saat Sembunyi di Jakarta
Organisasi Pekerja Malam Bolivia (OTN) mengeluarkan panduan ketat untuk mengahadapi pandemi Covid-19 setebal 30 halaman.
Satu di antaranya adalah penggunaan jas hujan ini.
Dikutip Tribunnewswiki dari Daily Mail, Rabu(15/7/2020), OTN ini mendesak turut pemerintah untuk mencabut pembatasan operasional bisnis mereka di siang hari yang menjadi kebijakan di ibu kota La Paz.
Hal ini dikarenakan, mereka sudah cukup sulit mempraktekkan usaha saat jam malam diterapkan oleh pihak berwenang.
Baca: Dua Polwan di Pati Jawa Tengah Rela Menyamar Jadi PSK demi Bongkar Prostitusi
Baca: 4 Fakta Penggerebekan PSK di Padang, Libatkan Anggota DPR hingga Pinjam Kamar Hotel Ajudannya
Antonieta, seorang pekerja seks, menunjukkan tak hanya memakai pakaian dalam sensual, dia melapisinya dengan masker dan sarung tangan ketika diwawancara oleh Reuters pekan lalu.
"Baju pelindung yang kami gunakan ini akan mampu melindungi kami selama bekerja," jelas Antonieta, yang didukung oleh rekannya, Vanesa.
Wanita tersebut menjelaskan, dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sekolah dua anaknya.
Dia yakin kebijakan dari serikat PSK adalah solusi terbaik.
"Klien kami menghormati panduan keselamatan ini. Kami menerapkan kebijakan ini tak hanya untuk keselamatan kami, tapi juga mereka," terang ibu dari dua anak ini.
Baca: Kasus Penampungan PSK Gang Royal, Polisi Tetapkan 7 Tersangka, 5 di Antaranya Masih Buron
Cortes, satu di antara anggota serikat membeberkan, apabila proposal mereka tidak disepakati, banyak pekerja terpaksa ke jalan di mana kondisinya bisa lebih buruk.
"Kami juga bagian dari masyarakat Bolivia. Kami adalah perempuan, bibi, maupun nenek yang khawatir dengan jam kerja kami," tutur Cortes.
Salah seorang yang menjadi perwakilan PSK, Lily Cirtez mengungkapkan, ada sebagian koleganya terpaksa turun ke jalan karena tak bisa bekerja di rumah bordil resmi.
Kebijakan yang diambil tersebut sama halnya dengan yang diterapkan Swiss.
Baca: Penggerebekan PSK di Padang, Libatkan Anggota DPR Andre Rosiade Ternyata Pinjam Kamar Ajudannya
Baca: Politisi Ini Terciduk Hubungi PSK Online Lewat Aplikasi Kencan Tinder saat Sidang Parlemen
Di sana masker wajib digunakan dan tetap "menjaga jarak" saat berhubungan seks.
Bukan hanya itu, data pribadi klien yang mengunjungi rumah bordil dapat diminta otoritas berwenang, apabila mereka harus melacak penderita virus corona.
Berdasarkan bukti terkini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan jika Covid-19 tidak akan menular lewat transmisi seksual.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)