Pasca Terima Hadiah Panci, Uang Rp 50 Juta Mendadak Raib dari Saldo Tabungan Nasabah Ini

Supervisor BRI Unit Simpang Kolam Percut Seituan Herman berdalih bahwa masalah ini sebenarnya miskomunikasi saja.




Namanya juga ibu rumah tangga, Susanti pun tidak menolaknya.

Anggota Polisi di Solo Gugat BRI Rp 1 Miliar: 4 Bulan Rekeningnya Diblokir Tanpa Alasan Jelas.
Anggota Polisi di Solo Gugat BRI Rp 1 Miliar: 4 Bulan Rekeningnya Diblokir Tanpa Alasan Jelas. (intisari)

Adapun hadiah yang diberikan BRI Unit Simpang Kolam berupa perlengkapan dapur yang terdiri dari panci dan sudip (sutil).

"Awalnya saya cuma niat memasukkan uang ke rekening sekitar Rp 20 juta.

Tapi setelah menerima hadiah itu, uang saya di saldo malah hilang," katanya.

Tidak hanya saldo saja yang berkurang, Susanti juga tidak bisa menarik uangnya selama tiga bulan.

Padahal, kata Susanti, uang yang disetorkannya itu untuk keperluan berobat sang suami yang saat ini tengah menderita kanker otak.

"Kalau misalnya nanti Malaysia sudah membuka aksesnya, uang itu lah yang bakal saya gunakan untuk keperluan berobat suami.

Tapi belakangan, uang saya malah tidak bisa diambil," katanya.

Baca: Pegawai Bank BNI Salah Transfer Dana Rp 3,6 Miliar, Nasabahnya yang Malah Divonis Denda Rp 4 Miliar

Baca: Kronologi Nasabah Bank Mandiri Mengaku Kehilangan Dana Rp 800 Triliun, Ternyata Nasabah Kredit Macet

Persoalan lain yang dihadapi Susanti, bilamana hadiah yang diberikan BRI Unit Simpang Kolam dikembalikan, maka dia akan kena penalti.

Uang penaltinya itu pun berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Kalau begini, yang rugi kan nasabah. Saya mohon lah agar BRI memberi keterangan yang jelas sebelum memberikan hadiah kepada nasabah," katanya.

Dari keterangan Susanti, sebelum dia pindah ke BRI Unit Simpang Kolam, dia sempat menjadi nasabah di BRI Unit Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai.

Saat itu, Susanti pindah menjadi nasabah BRI Unit Tembung, dan selanjutnya pindah ke BRI Unit Simpang Kolam karena saat ini Susanti tinggal di Desa Sei Rotan.

Ilustrasi uang.
Ilustrasi uang. (tribun bali)

Bisa Diambil saat Butuh

Supervisor BRI Unit Simpang Kolam Herman mengatakan bahwa uang milik Susanti tidak akan berkurang.

Katanya, meski di ATM nominal yang muncul hanya Rp 9 juta, namun di rekening koran nominal tabungan Susanti tetap Rp 59 juta.

Kalaupun Susanti butuh untuk mengambil semua uangnya, maka pihak BRI akan memberikannya.

"Kapan saja ibu itu butuh uangnya, kami bersedia untuk mengeluarkannya. jadi, yang Rp 50 juta itu terkunci di buku tabungan ibu itu karena sistem," kata Herman.

Disinggung lebih lanjut kenapa BRI tidak menjelaskan kepada nasabah soal syarat penerimaan hadiah, Herman berdalih mereka khilaf.

Saat itu, kata Herman, dia mengira bahwa teller sudah memberikan penjelasan secara rinci pada Susanti.

"Jujur saja, semalam banyak nasabah.

Namanya juga hari Senin, nasabah membludak," katanya.

Herman pun mengakui bahwa dirinya lah yang menawarkan Susanti program hadiah itu. Dia pun tidak bermaksud membohongi Susanti.

Baca: PENGAKUAN Vina, Karyawati Bank yang Diduga Tilep Rp 6 Miliar: Pusing Putar Miliaran Uang Nasabah





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved