Dampak Perubahan Demografi, Ekonomi Indonesia Bisa Kalahkan Rusia dan Italia pada Tahun 2100

Jumlah penduduk dunia bakal alami penyusutan pada 2100: Indonesia berpeluang jadi negara dengan ekonomi terbesar ke-12


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kegiatan-ekonomi-di-indonesia-pekerja-memproduksi-tahu.jpg
TRIBUN LAMPUNG/DENI
ILUSTRASI Kegiatan Ekonomi di Indonesia - Pekerja memproduksi tahu di sentra UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), Jalan Pdjadjaran, Gang Sari Dele 2, Gunung Sulah, Way Halim, Selasa (14/7/2020). Menurut perajin tahu sejak mewabahnya Covid-19 beberapa waktu lalu hingga saat ini, terpaksa mengurangi jumlah produksi tahu hingga mengalami penurunan, dari 150 Kg kedelai per hari saat ini hanya sekitar 100 Kg per hari.


Jumlah penduduk dunia bakal alami penyusutan pada 2100: Indonesia berpeluang jadi negara dengan ekonomi terbesar ke-12

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ilmuwan melakukan penelitian untuk mengetahui gambaran demografi dunia pada 2100.

Analisis hasil bahkan menunjukkan Indonesia berpeluang menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-12 dunia, seperti diberitakan TribunnewsWiki.com dari Al Jazeera.

Posisi tersebut bahkan lebih unggul dari Rusia dan Italia di masa yang sama.

Rincinya, penelitian itu menunjukkan jumlah penduduk dunia akan lebih sedikit dua miliar dibanding proyeksi PBB pada 2100.

Studi yang dilakukan peneliti internasional itu menunjukkan lebih dari 20 negara akan melihat jumlah penduduk mereka berkurang sekitar setengahnya.

Baca: Berpenduduk 97 Juta Jiwa, Bagaimana Negara Ini Sukses Catatkan Nol Kasus Kematian Akibat Covid-19?

Baca: Di Tengah Covid-19, Indonesia Masuk Kategori Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas versi Bank Dunia

ILUSTRASI - Foto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut.
ILUSTRASI - Foto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut. (AFP/ANTHONY WALLACE)

Hasil penelitian yang diterbitkan The Lancet, Rabu (15/7/2020) itu menunjukkan populasi China akan turun dari 1,4 miliar orang hari ini menjadi 730 juta dalam 80 tahun.

Saat itu, bumi akan menjadi rumah bagi 8,8 miliar orang.

Pada akhir abad ini, 183 dari 195 negara akan jatuh di bawah ambang batas yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat populasi, katanya.

Kecuali jika ada imigran yang masuk ke negara itu.

Sementara Afrika Sub-Sahara, akan bertambah tiga kali lipat menjadi sekitar tiga miliar orang.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved