Kasus Terkonfirmasi Pertama di Dunia, Bayi Terinfeksi Virus Corona Langsung dari Rahim

Setelah dilakukan tes yang lebih meluas, disimpulkan bahwa virus corona telah menyebar dari darah ibu ke plasenta bayi


zoom-inlihat foto
ilustrasi-perempuan-hamil-kala-pandemi.jpg
Babyandchild.ae
Para dokter di Prancis melaporkan kasus bayi terinfeksi virus corona langsung dari rahim ibunya Foto: Ilustrasi perempuan hamil kala pandemi


Namun, jika antibodi adalah lini utama pertahanan, temuan ini menunjukkan orang dapat terinfeksi kembali dalam gelombang musiman.

Dengan demikian, vaksin mungkin tidak dapat melindungi mereka dalam jangka panjang.

Bagaimana kekebalan menurun setelah infeksi corona?

"Infeksi cenderung memberimu skenario terbaik untuk respons antibodi, jadi jika infeksimu memberimu kadar antibodi yang menurun dalam dua atau tiga bulan, vaksin akan punya potensi yang sama," kata Doores

"Orang-orang mungkin perlu meningkatkan dan sekali suntikan mungkin tidak cukup," kata dia menambahkan.

Sementara itu hasil studi dari University of Oxford menunjukkan vaksin yang dikembangkannya menghasilkan antibodi lebih rendah pada monyet ekor panjang (macaque), dibanding yang terlihat pada manusia yang terinfeksi.

Jadi, meski vaksin terlihat melindungi hewan dari infeksi serius, hewan itu masih dapat terinfeksi.

Baca: Calon Vaksin Virus Corona Buatan Moderna Asal AS Memasuki Fase Uji Coba Ketiga pada Juli Ini

Baca: Virus Corona Disebut Makin Melemah Bisa Mati Tanpa Vaksin, Profesor Matteo: Dulu Harimau Kini Kucing

Prof. Robin Shattock dari Imperial Collge London menyatakan vaksin yang dikembangkan kelompoknya bisa tersedia pada semester pertama tahun depan jika uji klinis berjalan baik.

Namun, dia memperingatkan tidak ada kepastian bahwa vaksin apa pun yang sedang dikembangkan akan manjur nantinya.

Selain itu, dia juga mengatakan jenis respons kekebalan yang dibutuhkan untuk mencegah infeksi masih belum jelas.

Ilustrasi vaksin virus corona
Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)

Studi dari King's College di atas merupakan studi pertama yang memantau kadar antibodi pada pasien dan nakes dalam tiga bulan setelah gejala muncul.

Hasli studi itu sudah diterbitkan di jurnal, tetapi belum dilakukan peer-review, dan memperlihatkan bahwa kadar antibodi naik menjadi lebih tinggi dan bertahan lebih lama pada pasien mengalami infeksi parah.

Ini mungkin karena pasien tersebut memiliki lebih banyak virus dan membutuhkan lebih banyak antibodi untuk melawan infeksi.

(TribunnewsWiki/Tyo)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved