"Kami sudah mengatakan sejak awal bahwa ini adalah virus yang berasal dari Wuhan, Cina. Kami menerima banyak kesedihan untuk itu dari luar, tetapi saya pikir seluruh dunia dapat melihat sekarang," katanya.
"Ada sejumlah besar bukti bahwa ini berasal dari laboratorium itu di Wuhan," katanya.
Ketika dimintai klarifikasi, Pompeo mengatakan tidak memiliki alasan untuk tidak percaya alasan tersebut.
Baca: Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual yang Terjadi 27 Tahun Lalu, Joe Biden: Itu Tidak Pernah Terjadi
Baca: Donald Trump Setuju Permintaan Jokowi Kirim Ventilator ke Tanah Air, Banyak Masyarakat AS Protes
Klaim yang sama juga sempat dilontarkan oleh Trump.
"Sudahkah Anda melihat sesuatu pada titik ini yang memberi Anda tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa Institut Virologi Wuhan adalah asal dari virus ini?" tanya seorang reporter kepada Trump di Gedung Putih, Kamis (30/4/2020) waktu setempat.
"Ya, sudah. Ya, sudah," kata presiden.
"Dan saya pikir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus malu pada diri mereka sendiri karena mereka seperti agen hubungan masyarakat untuk China," jawab Trump.
Ketika dimintai klarifikasi atas komentarnya, Trump menjawab, "saya tidak bisa memberi tahu Anda itu. Saya tidak diizinkan untuk memberi tahu Anda itu."
Trump: China Harus Terima Konsekuensi
Baca: Kim Jong Un Uji Coba Rudal, Trump Ungkap Dapat Surat Manis dari Korut: Hubungan Kami Baik-baik Saja
Baca: Begini Reaksi Donald Trump Tanggapi Dugaan Asal Muasal Virus Corona dari Laboratorium Wuhan China
Donald Trump mengatakan China harus menerima 'konsekuensi' jika menyadarai tanggung jawabnya untuk urusan pandemi Covid-19, seperti diberitakan South China Morning Post.
"Jika itu adalah kesalahan, kesalahan adalah kesalahan," kata Trump.
"Tetapi jika mereka secara sadar bertanggung jawab, ya, maksud saya, maka pasti akan ada konsekuensinya," katanya kepada wartawan pada jumpa pers di Gedung Putih.
Dia tidak merinci tindakan apa yang akan diambil AS.
Trump sendiri memang selalu menimpakan kesalahan soal Covid-19 pada Demokrat, media berita, gubernur negara bagian AS, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan semua yang tidak menghargai apa yang ia gambarkan sebagai penampilannya yang "luar biasa".
Seringkali Trump memusatkan sebagian besar kemarahannya kepada China, menyinggung kebijakan mata uangnya, ekonominya yang "lemah", statistiknya yang "dipertanyakan" tentang Covid-19, dan responsnya yang "lambat" terhadap virus.
Trump juga menyalahkan China atas kurangnya transparansi dan tanggapan yang lambat terhadap pandemi.
Meski di sisi yang lain pemerintahannya tengah menghadapi kritik yang sama.
"Itu bisa dihentikan di Tiongkok, bisa dihentikan sebelum dimulai, dan tidak, dan seluruh dunia menderita karenanya," katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)