TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona yang telah menyebar di seluruh dunia disebut-sebut berasal dari pasar hewan di Wuhan, China.
Banyak dugaan yang mengatakan bahwa Covid-19 berasal dari kelelawar, ada dugaan yang mengatakan dari trenggiling.
Meski demikian, ada juga penelitian yang menyatakan bahwa kemungkinan besar Covid-19 ini berasal dari laboratorium Wuhan, China.
Dugaan tersebut semakin dikuatkan dengan banyaknya peneliti yang menyatakan argumen tersebut.
Baca: Presiden Donald Trump Klaim AS Telah Lewati Puncak Pandemi Covid-19 dan Siap Cabut Lockdown
Baca: China Mulai Dominasi Lembaga PBB, Trump Berupaya Kurangi Hegemoni Beijing dengan Hentikan Dana WHO?
Seperti dilansir oleh Fox News, berbagai sumber yang telah diberi pengarahan tentang perincian tindakan awal oleh pemerintah China dan melihat materi yang relevan memberi tahu Fox News.
Sumber tersebut percaya bahwa transmisi awal virus adalah kelelawar ke manusia.
Lalu bahwa 'patient zero' atau pasien nol bekerja di lab tersebut, lalu dia bepergian masuk ke populasi di Wuhan.
Ditanya oleh Fox News, John Roberts tentang pelaporan itu, Presiden Trump pun ikut berkomentar pada konferensi pers virus corona pada hari Rabu:
"Semakin banyak kita mendengar cerita ... kita sedang melakukan pemeriksaan yang sangat teliti terhadap situasi yang mengerikan ini."
Dokumen merinci upaya awal oleh dokter di lab dan upaya awal lockdown.
Pasar bebas Wuhan awalnya diidentifikasi sebagai titik asal yang mungkin tidak pernah menjual kelelawar.
Sumber itu juga mengatakan kepada Fox bahwa menyalahkan pasar bebas adalah upaya China untuk menutupi kesalahan lab, bersama dengan upaya propaganda negara yang menargetkan AS dan Italia.
Pejabat Kedutaan Besar AS pada Januari 2018 sudah memperingatkan tentang keselamatan yang tidak memadai di laboratorium Institut Virologi Wuhan.
Dia menyampaikan informasi tentang para ilmuwan yang melakukan penelitian berisiko terhadap virus corona dari kelelawar, The Washington Post melaporkan Selasa.
Menanggapi laporan itu, Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan Selasa sore:
"Seharusnya tidak mengejutkan bagi Anda bahwa kami telah tertarik pada hal itu dan kami dan mempekerjakan banyak intelijen."
Berbicara kepada "The Story" Rabu malam, Sekretaris Negara Mike Pompeo berkomentar:
"Yang kami tahu adalah kami tahu bahwa virus ini berasal dari Wuhan, Cina."
"Kami tahu ada Institut Virologi Wuhan yang hanya beberapa mil jauhnya dari tempat pasar bebas dulu."
"Masih banyak yang harus dipelajari. Anda harus tahu bahwa pemerintah Amerika Serikat bekerja keras untuk mengetahuinya."
Baca: Inilah Alasan Penderita Obesitas Rentan Terserang Virus Corona
Baca: 46 Tenaga Medis RSUP Dr Kariadi Positif Corona, Tertular Saat Tangani Pasien Melahirkan