TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hanya berselang beberapa jam dari peristiwa, polisi berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap Efriza Yuniar alias Yuyun (45), guru SD Negeri 11 Muara Telang, Banyuasin, Sumsel.
Tim Puna Polres Banyuasin membekuk tersangka Ardiansyah (18) warga Jalur V Marga Rahayu Marga Telang Kabupaten Banyuasin, Kamis (9/7/2020).
Saat ditangkap oleh tim puma, tersangka tidak melakukan perlawanan.
Berdasarkan keterangan polisi, Ardiansyah mengakui telah membunuh Yuyun meski niat awalnya hanya ingin memperkosa Yuyun.
"Tersangka ini hendak keluar dari rumahnya Jalur V Rt 16 Rw 1 Desa Margarahayu Kecamatan Muara Telang Banyuasin, dan ketika dilakukan penggeledahan didapati HP milik korban merk Vivo dan Nokia terdapat dalam saku celananya," kata Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Ginanjar SIk.
Baca: Kasus Pembunuhan Jenazah Dicor di Bawah Bangunan Musala: Anak Divonis 20 Tahun, Ibu 10 Tahun
Baca: Inilah Identitas 3 Pelaku Pemerkosaan Siswi SMP Pembunuh Bocah, Ada yang Lakukan Sampai 9 Kali
Pengakuan tersangka kepada tim puma, hasrat seksualnya meninggi setelah ia menonton film dewasa (porno).
Ardiansyah ingin melampiaskan hasratnya kepada Yuyun.
Ia pun menuju rumah korban.
Tersangka sudah mengetahui situasi rumah korban.
"Dari hasil keterangan tersangka bahwa tersangka sering mengintip korban pada saat korban mandi," kata Kapolres.
Tersangka kemudian masuk rumah korban dan menunggu korban di samping kulkas dekat kamar mandi.
Setelah korban keluar dari kamar mandi, korban kemudian dicekik lehernya dengan menggunakan kedua tangan lalu pingsan.
Tersangka kemudian membawa korban ke ruang tamu, lalu korban diperkosa di ruang tamu.
Mengetahui korban berontak dan teriak meminta tolong, tersangka kemudian menyumpal mulut korban dengan menggunakan ikat rambut yang terbuat dari kain.
Baca: Bukan Penjara Seumur Hidup, Zuraida Otak Pembunuhan Hakim PN Medan Divonis Hukuman Mati
Tak sampai di situ, tersangka juga mengikat leher korban dengan menggunakan sabuk warna coklat dan charger HP.
Ardiansyah juga mengikat tangan Yuyun dengan menggunakan tali rapia untuk memastikan bahwa korban sudah meninggal dunia.
Setelah yakin sudah meninggal, Ardiansyah lalu menyeret korban menggunakan sprei dan dimasukkan ke dalam ember warna hijau dan diikat sprei tersebut dengan menggunakan tali rapia.
Setelah melakukan pembunuhan, lalu tersangka keluar melalui pintu depan rumah korban dan mengunci rumah korban dari luar.
Kemudian anak kunci tersebut diselipkan dari bawah pintu.
Baca: 2 Perempuan Muda Perkosa Remaja Usia 19 Tahun: Rekam Adegan Pemerkosaan Lalu Ancam Sebar ke Internet
Untuk motifnya, jelas AKBP Danny, tersangka memperkosa korban dikarenakan sebelumnya tersangka sudah menonton film dewasa (konten porno).
Tersangka kemudian panik karena korban berontak dan akhirnya dibunuh dengan cara dicekik dan diikat.
Dari penangkapan tersangka diamankan, barang bukti yakni, 1 hp merk Nokia, 1 hp merk Vivo, ember warna hijau, 1 charger Hp warna putih, 1 buah ikat rambut, 1 buah ikat pinggang coklat, 1 buah celana coklat tersangka, dan 1 buah Baju warna hitam adidas, serta tersangka diamankan di Mapolres Banyuasin.
Almarhumah Dikenal Baik dan Ramah
Efriza Yuniar alias Yuyun (50) guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Muara Telang Kabupaten Banyuasin ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Kamis (9/7/2020).
Kesehariannya, Yuyun dikenal baik dan ramah oleh kalangan para guru di sekolah.
Yuyun merupakan guru kelas V,
Hasnita rekan kerja korban mengakui kalau korban termasuk guru yang paling humoris dan baik hati.
Walaupun, dirinya belum lama bergabung di sekolah dasar ini, Hasnita menilai Yuyun orangnya mudah akrab dan bertanggungjawab apa yang dikerjakan.
Sebab itu, anak muridnya sangat terpukul dan sedih kehilangan wali kelas yang baik dan bijaksana. "Orangnya ramah dan baik," tutur Hasnita, Kamis (9/7/2020).
Baca: Kawannya Perkosa Siswi SMP hingga Hamil 7 Bulan, Anggota DPRD Rayu Rp 1 M untuk Cabut Laporan
Koordinator wilayah Dinas Pendidikan Muara Telang Budiono mengatakan bahwa Efriza Yuniar punya pribadi yang baik, ramah kepada semua orang, penuh dedikasi yang tinggi.
Dari diangkat tahun 2001 belum pernah pindah tugas selama 19 tahun.
Bahkan menetap dengan membuat rumah di samping sekolah.
"Yuyun ramah kepada semua orang penuh dedikasi yang tinggi dan bertanggungjawab," katanya
Diberitakan sebelumnya kasus dugaan pembunuhan terjadi di Banyuasin.
Ketika ditemukan, korban sama sekali tidak mengenakan busana.
Baca: Siswi SMK di Deliserdang Lapor Polisi Telah Diperkosa 8 Kakak Kelasnya, 1 Pelaku Utama Masih Buron
Tak hanya itu saja, tangan korban juga diikat dan korban digulung menggunakan kain panjang lalu dimasukkan ke dalam ember.
Kapolres Banyuasin AKBP Dani Sianipar ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut.
Saat ini, Kasat Reskrim dan Kapolsek masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan saksi.
"Iya benar, korban dibungkus pakai kain tebal seperti karpet lalu dimasukan ke dalam ember," katanya.
Kawan-kawan guru Yuyun mulai curiga akan keberadaan Yuyun setelah beberapa kali ditelepon tidak ada respon.
"Korban ini sudah tiga hari tidak masuk sekolah, tidak mengajar. Lalu rekannya mendatangi rumah korban. Melihat rumah korban terkunci," kata AKBP Danny.
"Rekan sesama guru menghubunginya, tapi tidak bisa-bisa sehingga mereka mendatangi kediaman korban," katanya.
Yuyun adalah seorang janda yang tinggal Jalur 5 Desa Marga Rahayu Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin.(*)
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Pembunuh Yuyun Guru SD 11 Muara Telang Ditangkap, Tersangka Awalnya hanya Mau Memperkosa Korban dan Dikenal Baik dan Rumahnya di Samping Sekolah, Efriza Yuniar Guru SD di Banyuasin Ditemukan Tewas