Suami Siksa Istri Selama 11 Jam hingga Meninggal, Akui Termakan Api Cemburu

Tidak bisa tahan rasa cemburu, seorang suami tega siksa istri selama belasan jam dan pukul gunakan gagang cangkul hingga meninggal.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kekerasannn.jpg
NET
Ilustrasi tindak kekerasan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Cemburu yang berlebihan, Faoza Tulo Hia atau Rizal (25) tega menyiksa istrinya hingga meninggal.

Ia memukul kepala istrinya menggunakan gagang cangkul hingga tewas.

Hal tersebut dilakukannya karena istrinya sering keluar malam.

Sesaat setelah membunuh istrinya, Rizal pun menangis dan mengadu kepada abangnya perbuatan yang dilakukannya.

Kanit IV Satreskrim Polres Tanah Karo Ipda Codet Tarigan, membenarkan kejadian tersebut.

Ipda Codet mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku memang dirinya tega menghabisi nyawa korban karena cemburu dan menduga korban memiliki pria idaman lain.

"Iya memang dari keterangan pelaku, dia merasa cemburu, karena sebelum memukul korban dia sempat bertanya kepada korban ngapain dia sering keluar malam, jumpa siapa. Karena enggak percaya lagi sama istrinya, langsung dipukulnya istrinya," ujar Codet, Selasa (7/7/2020).

Setelah itu, kerabat korban bernama Alinudin Hia mengaku jika dirinya mendapatkan informasi korban meninggal saat pelaku menangis kepadanya.

Pelaku yang juga adik kandungnya sendiri tersebut mengaku khilaf saat membunuh istrinya.

Alinudin mengatakan saat itu dia belum percaya atas yang dikatakan sang pelaku.

Namun ia langsung berlari dan mengecek kondisi sang korban yang juga adik iparnya tersebut.

Baca: ART di Semarang Disiksa Majikan, Tangannya Disayat, Diberi Makanan Basi dan Dipaksa Makan 50 Cabai

Baca: Nenek Ini Tega Buka Masker dan Sengaja Batuk di Depan Bayi hingga Alami Demam, Aksinya Terekam CCTV

Baca: Wartawan di Bali Meninggal Akibat Covid-19, Gugus Tugas Lakukan Rapid Test ke 20 Jurnalis Lain

"Jadi memang yang ngasih tau itu ya suaminya itu, dibilangnya sudah silap aku bang, sudah meninggal istriku ku buat," ujar Alinudin, saat ditemui di Kamar Jenazah RSU Kabanjahe, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe.

Saat ditanya mengenai kronologis peristiwa ini, Alinudin mengaku jika dirinya tidak mengetahui seperti apa dan kapan peristiwa tersebut bermula.

Namun, dirinya mengatakan mengetahui korban sudah tidak bernyawa lagi, saat dilihat ke kediaman korban sekira pukul 04.30 WIB.

"Kalau awalnya aku enggak tau, cuma pas sudah dikasih tau kalau korban sudah meninggal itu sekira pukul 04.30 WIB pagi tadi lah. Ku lihat sudah tergeletak korban di atas tempat tidur," katanya.

Dirinya mengungkapkan, ketika adiknya itu menyampaikan kejadian ini kepada dirinya Alinudin mengaku tak habis pikir dengan pengakuan adiknya itu.

Namun, yang menjadi pertimbangannya saat itu adiknya mengakui perbuatannya juga sambil menangis, sehingga langsung menuju ke rumah pelaku.

"Di situ aku sudah enggak ada nanya-nanya dia (pelaku) lagi seperti apa kejadiannya. Di situ akupun sudah emosi juga dengar yang dibilangnya, tapi aku langsung saja ke rumah orang itu, aku sudah tau kalau adikku ini salah," ucapnya.

Setelah mengakui perbuatannya, pelaku meminta kepada Alinudin menghubungi polisi untuk mengamankan dirinya.

Alinudin pun langsung menghubungi pihak berwajib untuk menangani kasus tersebut.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved