TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pelaksanaan Ujian masuk perguruan tinggi negeri yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahap pertama telah dimulai pada Minggu (5/7/2020) dan akan berakhir pada 14 Juli mendatang.
Kemudian tahap keduaakan berlangsung pada 20-29 Juli.
Kemudian untuk materi tes UTBK tidak ada IPA-IPS, nantinya hanya ada tes potensi skolastik (TPS).
TPS mengukur kemampuan kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.
Berikut adalah sejumlah kemampuan yang bakal diujikan dalam TPS:
- Kemampuan penalaran umum
- Kemampuan kuantitatif
- Pengetahuan dan pemahaman umum, serta
- Kemampuan memahami bacaan dan menulis
Untuk kemampuan kuantitatif akan mencakup pengetahuan dan penguasaan Matematika Dasar.
Sebagai persiapan sebelum memasuki tes UTBK-SBMPTN 2020, tidak ada salahnya jika Anda belajar melalui contoh soal ini.
Berikut contoh soal UTBK-SBMPTN 2020 yang dikeluarkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
Contoh soal tes UTBK-SBMPTN 2020 ini juga dilengkapi dengan kunci jawaban.
Baca: Hasil Rapid Test Jadi Syarat UTBK 2020, Bisakah Peserta Ikut Ujian Jika Hasilnya Reaktif?
Baca: Contoh Soal dan Jawaban Materi TPS Tentang Penalaran Umum di UTBK-SBMPTN 2020
Contoh Soal TPS UTBK-SBMPTN 2020
Berikut contoh soal TPS UTBK-SBMPTN 2020 lengkap dengan kunci jawabannya yang dikutip dari ltmpt.ac.id:
Contoh 1 Penalaran Umum
Teks berikut ini digunakan untuk menjawab soal 1 sampai dengan 6.
Gunung berapi merupakan salah satu obyek alam yang mengagumkan namun menyimpan kekuatan berapi-api. Di dalamnya, gunung berapi menyimpan berbagai material seperti batuan cair, puing-puing dan gas yang dapat dipancarkan kapan pun. Apabila meletus, gunung berapi mengeluarkan lava, batu, dan abu ke udara yang dapat membahayakan lingkungan sekitarnya. Gunung yang akan meletus biasanya mengalami kenaikan suhu di sekitarnya. Selain itu, terdapat ciri-ciri lain seperti keringnya mata air, suara gemuruh, dan migrasi hewan di sekitar gunung. Beberapa gunung berapi yang tercatat berbahaya adalah Gunung Agung, Gunung Papandayan, Gunung Kelud, Gunung Sinabung, Gunung Krakatau, dan Gunung Merapi.
Indonesia memiliki 127 gunung berapi yang masih aktif. Dari 127 gunung tersebut, sebanyak 69 gunung menunjukkan aktivitas magma di dalamnya sehingga perlu mendapatkan pantauan intensif. Besarnya letusan gunung berapi diukur melalui suatu indeks letusan yang disebut Volcanic Explosivity Index (VEI). Di antara berbagai gunung berapi di Indonesia, Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang memiliki indeks letusan yang termasuk tinggi sehingga mendapatkan perhatian intensif.
Gunung Merapi terletak di sebelah utara kota Yogyakarta. Gunung tersebut memiliki tinggi 1700 meter dan tercatat mengalami erupsi berkali-kali. Beberapa catatan menunjukkan indeks letusan yang tergolong tinggi. Berdasarkan 15 data yang tercatat sejak tahun 1780, setiap kali Gunung Merapi mengalami erupsi akan diikuti masa istirahat sekitar 3-5 tahun. Data letusan Gunung Merapi disajikan pada gambar 1.
(Diadaptasi dari https://www.bbc.com dan Kiswiranti, D. (2015). Analisis Statistik Temporal Erupsi Gunungapi di Indonesia. Berkala Ilmiah MIPA, 23(3).)
1. Berdasarkan paragraf 1, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?
A. Gunung Agung memiliki mata air yang kering.
B. Gunung Agung mengeluarkan lava yang berbahaya.