Sementara itu Rohmadon langsung melarikan diri.
MR kemudian membawa korban kembali ke rumah, dan meletakkan tubuh korban di depan kediamannya.
"Maksud saya biar dirawat di sana, tapi tidak tahu ditolak rumah sakit. Jadi saya bawa lagi korban ke rumahnya. Saya tinggalkan di depan setelah itu saya tidak tahu lagi," jelas MR.
Keterangan tersebut dibenarkan oleh Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi.
"lalu diantar pulang ke rumah, karena dari rumah sakit menolak. Korban baru diketahui sekarat saat keluarganya keluar. Saat dibawa ke rumah sakit lagi meninggal," ungkap Kompol Suryadi.
Saat ini, diterangkan Kompol Suryadi, kedua pelaku pembegalan telah diamankan kepolisian.
Tersangka terjerat pasal 338 dan 365 KUHP tentang perampokan dan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.
Uang hasil begal digunakan untuk membeli sabu dan bayar utang
MR mengaku telah berhasil menjual motor sang kakak di kawasan Tangga Buntung, Palembang.
Laku dengan harga Rp 1,5 juta, MR kemudian membagi uangnya dengan Rohmadon sebesar Rp. 500.000.
Sisanya digunakan MR untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu.
"Saya pakai uangnya untuk beli sabu, Rp 500.000 saya kasih ke Rohmadon," ungkap MR.
Baca: Siswa Pembunuh Begal Demi Bela Diri dan Kehormatan Pacar Divonis Setahun, Dibina Seperti Santri
Baca: Bunuh Begal untuk Lindungi Pacar, Pelajar Malang Terancam Hukuman Seumur Hidup
Baca: Korban Begal di Bali, Seorang Perempuan Australia Alami Patah Tulang Selangkangan Serius
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Aji YK Putra)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengakuan Adik yang Begal Kakak hingga Tewas: Kami Minta untuk Turun dari Motor, tapi..."
dan "Kronologi Adik Begal Kakak hingga Tewas, Pelaku Sempat Bawa Korban ke Rumah Sakit"