Bersiap New Normal, Yogyakarta Konfirmasi 6 Positif Covid-19 Baru: Sebagian Perjalanan Luar Daerah

Ditengah pembukaan new normal untuk pariwisata, Yogyakarta mengonfirmasi enam kasus baru positif Covid-19, sebagian perjalanan dari luar daerah.


zoom-inlihat foto
warga-menggunakan-masker-saat-berkatifitas.jpg
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
Sejumlah warga menggunakan masker saat berkatifitas di kawasan simpang empat Gading, Kota Yogyakarta, Minggu (31/5/2020).


Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 1 Juli 2020 adalah total PDP sebanyak 1.875 orang di mana 69 orang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan hasil lab, 320 orang dinyatakan positif (269 orang sembuh, 8 orang meninggal dunia), 1.447 orang dinyatakan negatif, dan masih menunggu hasil lab sebanyak 108 orang (24 orang meninggal dunia).

Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 7.703 orang.

Bersamaan dengan kabar enam positif baru Covid-19, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa roda perekonomian harus tetap berputar di masa pandemi ini.

Namun semua harus dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas saat datang ke Turi untuk menyampaikan duka cita serta bertemu dengan orangtua korban tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020) malam. Dok humas Pemda DIY
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas saat datang ke Turi untuk menyampaikan duka cita serta bertemu dengan orangtua korban tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020) malam. Dok humas Pemda DIY (Dok humas Pemda DIY)

Ia pun menegaskan bahwa masa tanggap darurat tidak bertujuan untuk mempersulit operasionalnya kembali hotel dan objek wisata untuk kembali meraup wisatawan.

"Jadi memang ekonomi Yogya harus tumbuh dalam kondisi masih pandemi."

"Tapi tidak ada pilihan. Saya komunikasi juga sama para Bupati."

"Jadi bagi saya, tidak ada masalah, silahkan buka. Kalau mau buka hotel, rumah makan, mau buka objek wisata, dan sebagainya, silahkan."

"Tapi tetap satu, gunakan protokol kesehatan harus," tegasnya di Kompleks Kepatihan, Kamis (2/7/2020).

Sultan mengaku telah menelpon seluruh Bupati di DIY untuk mempersilahkan mereka membuka tempat wisata. Namun ada catatan penting yang disampaikan pada seluruh kepada daerah tersebut, yakni memikirkan kondisi terburuk bila sewaktu-waktu ada wisatawan yang dinyatakan positif saat berkunjung di objek wisata dan bagaimana upaya tracing yang bisa dilakukan.

"Kalau yang datang pada jam yang sama itu orang Semarang, Surabaya, bagaimana kita akan tracing. Bapak (Bupati) lakukan nggak? Nggak. Hanya masuknya di thermo gun aja. Nanti saya sehat atau siapapun yang sehat pada waktu ke Parangtritis atau Kaliurang tapi begitu pulang dari sana kebetulan bukan orang Yogya diperiksa positif. Piye arep tracing? Itu kesulitan," ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemkot Yogyakarta telah mengembangkan QR Code sebagai identitas untuk masuk Malioboro. AB 1 itu pun berharap bahwa setiap tempat nantinya selain menerapkan protokol kesehatan juga memiliki data pengunjung, mulia nama, jam masuk, hingga nomor handphone pengunjung.

Baca: Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Sri Sultan Wacanakan PSBB di Yogyakarta karena Banyak Warga Ngeyel

Baca: Mengenal Dita Karang, Gadis Asal Yogyakarta dan Debut Sebagai Main Dancer Grup K-Pop SECRET NUMBER

"Nama siapa, HP nomornya berapa, dari Malioboro kalau ke Parangtritis, Mangunan, Dlingo, Breksi, dan sebagainya data itu masukan ke provinsi untuk ID yang ada di provinsi supaya data HP dan ada nama, nggak usah data lagi. Jadi cukup sekali. Nanti di situ ada jam pada waktu masuk. Jam masuk itu ada di antara mereka yang akhirnya positif, itu tracingnya di dalam daftar ada. Jam sekian, nomor HP sekian, dari Yogya, oh ini dari Solo sehingga kita tidak kesulitan. Kalau nggak, nanti Covid ke dua yang terjadi, tapi kita kesulitan tracing," urai Sultan.

Selama tanggap darurat ini, lanjutnya, kejadian kasus baru yang banyak mencuat yakni pelaku perjalanan dari DIY ke luar DIY dan kembali ke DIY dengan membawa status positif Covid-19.

Kondisi tersebut yang membuat Pemda DIY kesulitan memprediksi apakah kasus di DIY telah mencapai puancak dan melandai atau masih belum mencapai puncak.

"Sekarang landai, naik lagi. Saya tidak mau tergesa-gesa sampai kita lihat dibukanya pariwisata dan sebagainya kecenderungan positif besar atau kecil. Pasar yang coba kita tata walau tidak mudah nanti kecenderungan besar atau kecil," bebernya.

Update Covid-19 di Indonesia

Berikut update data terkini sebaran kasus virus corona di Indonesia, hingga Jumat (3/7/2020) pagi ini.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia merilis data sebaran peta penyebaran virus corona.

Drive Thru Rapid Test Covid-19 di kawasan Bandara Soetta yang digelar oleh Laboratorium Klinik Berlian. Pakar UI mengatakan wabah Covid-19 di Indonesia masih jauh dari puncak.
Drive Thru Rapid Test Covid-19 di kawasan Bandara Soetta yang digelar oleh Laboratorium Klinik Berlian. Pakar UI mengatakan wabah Covid-19 di Indonesia masih jauh dari puncak. (Tribun Images/FX ISMANTO)




Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved