TRIBUNNEWSWIKI.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sempat dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu daerah percontohan untuk adaptasi new normal.
Tingkat kewaspadaan warga untuk taat protokol kesehatan disebut sebagai salah satu faktor kenapa Yogyakarta cenderung masih sedikit penularan Covid-19.
Sehingga, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ini telah mengambil langkah bahwa daerahnya harus sudah mulai untuk menjalankan roda ekonomi meski di tengah pandemi.
Meski begitu, per hari Kamis (2/7/2020), terdapat 6 kasus Covid-19 baru di Yogyakarta.
Enam kasus baru Covid-19 di DIY hasil dari pemeriksaan 1.525 sampel di berbagai lab yang ada di DIY dan Jakarta.
Lab yang ada di DIY yakni lab BBTKLPP Yogyakarta, FK UGM, RSUP Dr Sardjito, BB Veteriner Wates, RS Hardjolukito, dan dari BNI 46 Pusat di Jakarta.
Juru Bicara Pemda DIY Berty Murtiningsih untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan bahwa dengan tambahan 6 kasus tersebut maka total kasus positif di DIY berjumlah 320 kasus.
Dari enam kasus baru, ada yang merupakan penularan dari luar daerah dan setelah berkontak dengan rumah sakit.
Baca: 19 Orang Positif Covid-19, PT Unilever Indonesia Tutup Pabrik Sementara dan Liburkan 800 Karyawan
Baca: Mendikbud Akan Permanenkan Pelaksanaan Belajar dari Rumah Meski Pandemi Covid-19 Telah Berakhir
Baca: Kasus Positif Covid-19 di Pabrik Unilever Bertambah 2, Total Menjadi 21 Orang
Keenam kasus baru positif Covis-18 di Yogyakarta tercatat sebagai kasus 317-322.
1. Kasus 317 perempuan usia 40 tahun warga Sleman riwayat menunggu ibu di ICU RS.
2. Kasus 318 perempuan usia 36 tahun warga Gunungkidul riwayat perjalanan Surabaya
3. kasus 319 laki-laki usia 27 tahun warga Sleman riwayat pernah kontak pasien positif
4. kasus 320 laki-laki usia 59 tahun warga Gunungkidul riwayat masih dalam penelusuran.
5. Kasus 321 perempuan usia 24 tahun warga Bantul riwayat dalam penelusuran, dan
6. kasus 322 laki-laki usia 20 tahun warga Bantul riwayat pekerjaan di Balikpapan.
"Kasus 317 menunggui ibunya yang sakit tapi bukan Covid-19 di slaha satu rumah sakit rujukan. Masih penelusuran lebih lanjut oleh Dinkes Sleman," bebernya, Kamis (2/7/2020) dikutip dari laman Tribun Jogja berjudul Inilah Riwayat Enam Pasien Baru Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menambahkan, pada 27 dan 28 Juli 2020 telah dilakukan pengambilan swab masal oleh BNI 46 di halaman RS Hardjolukito, dan sebanyak 1.250 sampel telah diperiksa.
"Hasilnya semuanya negatif," ucapnya.
Selanjutnya, untuk laporan kesembuhan kasus positif pada 2 Juli 2020 total ada 5 tambahan kasus sembuh sehingga seluruh kasus sembuh di DIY sejumlah 269 kasus.
Baca: Deretan Fakta Gempa Pacitan Sebesar 5,0 Magnitudo, Terasa Sampai Yogyakarta
Baca: AS Dikecam karena Borong Hampir Seluruh Pasokan Remdesivir untuk Pengobatan Covid-19
"Kasus 195 perempuan usia 28 tahun warga Bantul, kasus 238 laki-laki usia 32 tahun warga Bantul, kasus 254 laki-laki usia 50 tahun warga Sleman, kasus 284 laki-laki usia 37 tahun warga Sleman, dan kasus 296 laki-laki usi 59 tahun warga Sleman," bebernya.