Amerika Serikat: 2.776.264 kasus, 130.770 orang meninggal dunia, dan 1.159.577 orang sembuh.
Brazil: 1.453.369 kasus, 60.713 orang meninggal dunia, dan 826.870 orang sembuh.
Rusia: 654.410 kasus, 9.536 orang meninggal dunia, dan 422.930 orang sembuh.
India: 605.220 kasus, 17.848 orang meninggal dunia, dan 359.890 orang sembuh.
Inggris: 313.480 kasus, 43.906 orang meninggal dunia.
Spanyol: 296.740 kasus, 28.363 orang meninggal dunia.
Baca: Oliver Sykes
Baca: Jack Black
Peru: 288.480 kasus, 9.860 orang meninggal dunia, dan 178.250 orang sembuh.
Chile: 282.040 kasus, 5.753 orang meninggal dunia, dan 245.440 orang sembuh.
Italia: 240.760 kasus, 34.788 orang meninggal dunia, dan 190.720 orang sembuh.
Iran 230.210 kasus, 10.958 meninggal dunia, 191.490 semuh.
Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, pandemi virus corona yang terjadi memperburuk situasi ketidaksetaraan di seluruh dunia.
Mereka yang berada di negara berkembang yang ekonominya sulit kian terpukul tanpa jaring pengaman sosial.
Sementara, mereka yang di negara maju bisa melakukan pembelian aset bank sentral sehingga semakin menguntungkan yang kaya.
“Pandemi adalah malapetaka bagi negara berkembang yang akan membawa kerusakan jangka panjang dan output ekonomi global tak akan pulih ke tingkat pra pandemi selama bertahun-tahun,” ujar Malpass, seperti dikutip dari Aljazeera.
(Tribunnewswiki.com/Kontan.co.id/Kompas.com/Ris/Barratut Taqqiyah Rafie/Nur Rohmi Aida)