Pengakuan Gulnar Omirzakh, Warga Muslim Uighur Korban Pemaksaan Aborsi Otoritas China

Gulnar Omirzakh, seorang warga Uighur yang berhasil melarikan diri ke Kazakhstan akibat insiden pemaksaan aborsi oleh otoritas China


zoom-inlihat foto
wanita-uighur-menggendong-bayi-2.jpg
AFP/HECTOR RETAMAL
Wanita Uighur menggendong bayi di Xinjiang, Rabu (11/11/2019).


Gulnar Omirzakh, seorang warga Uighur yang berhasil melarikan diri ke Kazakhstan akibat insiden pemaksaan aborsi oleh otoritas China

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gulnar Omirzakh, seorang warga Uighur keturunan China-Kazakhstan menceritakan pengalamannya bagaimana otoritas China di Xinjiang memaksanya untuk menggunakan alat kontrasepsi beserta ancaman kurungan jika menolak.

Ia mengaku disuruh pejabat setempat memasang alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), seperti dilasir dari Investigasi Associated Press yang dirilis Selasa (30/6/2020).

Omirzakh merupakan perempuan dari keluarga tak mampu yang merupakan istri dari seorang pedagang sayur.

Pada 2018, ia mengaku pernah didatangi empat orang pejabat yang mengenakan seragam militer.

Keempat pria ini mengetuk pintu rumahnya dan menjatuhkan denda $2685 atau sekitar 38,9 juta rupiah (kurs 2018).

Denda ini dijatuhkan lantaran ia memiliki lebih dari dua anak.

Baca: Bencana Banjir Hantam Provinsi Sichuan, China, 12 Orang Tewas, 10 Hilang

Baca: Aliansi Antar-Parlemen untuk China (IPAC) Minta PBB Selidiki Kasus Kejahatan terhadap Etnis Uighur

Jika tidak membayar, mereka mengancam akan mengurungnya dan akan bergabung dengan suami serta jutaan etnis minoritas lainnya yang dikurung di kamp-kamp pengasingan.

"Tuhan mewariskan anak-anak kepadamu. Mencegah orang memiliki anak adalah salah," kata Omirzakh, sambil menangis mengingat kejadian yang ia alami di masa lalu.

"Mereka ingin menghancurkan kita sebagai manusia," tambahnya.

Omirzakh merupakan satu di antara warga Muslim pedesaan yang 'cukup beruntung'.

Dirinya mengaku beruntung bisa membayar denda tersebut, .











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved