Aliansi Antar-Parlemen untuk China (IPAC) Minta PBB Selidiki Kasus Kejahatan terhadap Etnis Uighur

Aliansi Antar-Parlemen untuk China (kiri) meminta PBB menyelidiki dugaan kekerasan terhadap masyarakat etnis Uighur di Xinjiang.


zoom-inlihat foto
aliansi-antar-parlemen-untuk-china-3.jpg
Kolase Foto Twitter dan AFP
Aliansi Antar-Parlemen untuk China (kiri) meminta PBB menyelidiki dugaan kekerasan terhadap masyarakat etnis Uighur di Xinjiang.


Aliansi Antar-Parlemen untuk China (kiri) meminta PBB menyelidiki dugaan kekerasan terhadap masyarakat etnis Uighur di Xinjiang.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aliansi Antar-Parlemen untuk China (Inter-Parliamentary Alliance on China / IPAC), sebuah kelompok politisi lintas partai internasional meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan penyelidikan terhadap situasi di wilayah Xinjiang.

Sejumlah anggota aliansi, termasuk beberapa di antaranya merupakan anggota Partai Konservatif ini menyerukan agar negara-negara di dunia 'tak bisa diam saja'.

Duncan Smith, Baroness Helena Kennedy QC, lalu senator AS Marco Rubio meminta PBB mengadakan penyelidikan independen yang tidak memihak.

"Sebuah bukti sudah ada sekarang, yang menduga ada penahanan massal, indoktrinasi, penahanan di luar hukum, pengawasan, kerja paksa, dan penghancuran situs budaya Uighur, termasuk makam dan aneka bentuk kejahatan lain," tulis pernyataan tersebut.

"Dunia tak bisa hanya diam saja menghadapi kekejaman yang sedang berlangsung ini. Negara kita terikat kewajiban serius mencegah dan menghukum setiap upaya menghancurkan suatu kelompok, etnis, ras, atau agama baik sebagian ataupun keseluruhan," tukas pernyataan ini, Senin (29/6), dilansir BBC, Selasa (30/6/2020).

Desakan AS

Amerika Serikat meminta Partai Komunis China untuk menghentikan praktik aborsi paksa terhadap perempuan muslim etnis Uighur.

Amerika Serikat (AS) merespons laporan yang menyebut China menggunakan sterilisasi dan aborsi paksa terhadap warga etnis muslim Uighur.

Melalui Sekretaris Negara sekaligus Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael R. Pompeo, AS menyerukan Partai Komunis China (PKC) segera mengakhiri praktik 'mengerikan' ini.

"Dunia menerima laporan yang mengganggu hari ini bahwa Partai Komunis China menggunakan sterilisasi paksa, aborsi paksa, dan pemaksaan program keluarga berencana dengan paksa terhadap muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang, sebagai bagian dari penindasan yang berkelanjutan," tulis Pompeo dalam pernyataan resmi, Senin (29/6/2020).

Pompeo memuat ungkapan bahwa laporan tersebut 'mengejutkan' pihak Amerika Serikat.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved