Lebih jauh lagi, IRGC menilai Zam di bawah arahan dan perlindungan dari dinas intelijen di Perancis, Israel, dan Amerika Serikat.
Kecaman
Sejumlah organisasi hak asasi manusia (HAM) mengecam hukuman yang dijatuhkan kepada Zam.
Mereka menuding pengakuan terbuka Zam di depan televisi adalah hasil rekayasa.
Berdasarkan catatan VOA Indonesia, perlakukan semena-mena Iran terhadap jurnalis sering menjadi sorotan dunia.
Misalnya, organisasi Wartawan Tanpa Tapal Batas (RSF) menyebut sejak November 2019, setidaknya 12 wartawan ditangkap menyusul gelombang protes antipemerintah.
Organisasi yang bermarkas di Paris, Prancis ini turut mengecam keras Iran atas "perlakukan menghina dan tidak manusiawi" terhadap dua wartawan perempuan di penjara Evin di Teheran, Iran.
RSF mencermati penahanan dan penyiksaan wartawan merupakan contoh dari banyak tindakan pemerintah Iran dalam membungkam kritik.
Baca: 40 Hari Kematian Soleimani, Roket Katyusha Hantam Pangkalan Militer AS di Irak
Baca: Diisukan Takut dan Sembunyi Pasca AS Bunuh Qassem Soleimani, Kim Jong Un Akhirnya Muncul Ke Publik
Baca: Jenderal Qasem Soleimani Tewas di Tangan AS, Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Akan Balas Dendam
Baca: AS Konfirmasi Bunuh Jenderal Qasem Soleimani, Iran Siapkan Balas Dendam, Perang Dunia 3?
-
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)