Dijamin Anggota DPRD, Jenazah Pasien PDP yang Dibawa Pulang Pihak Keluarga Ternyata Positif Covid-19

Setelah mendapat jaminan dari anggota DPRD Kota Makassar, jenazah pasien Covid-19 dimakamkan oleh pihak keluarga tanpa protokol kesehatan Covid-19.


zoom-inlihat foto
jenazah-covid-19-di-makassar-dibawa-pulang-keluarga.jpg
Istimewa
Pasien Covid-19 dibawa pulang pihak keluarga setelah dijamin oleh anggota DPRD Makassar, Sabtu (27/6/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jenazah pasien Covid-19 yang berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) asal Sulawesi Selatan dibawa pulang oleh pihak keluarga pada Sabtu (27/6/2020).

Jenazah positif corona tersebut sebelumnya diketahui meninggal di RS Daya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Mulanya, jenazah tersebut sempat ditahan oleh pihak rumah sakit karena berstatus PDP Covid-19.

Setelah itu, nantinya akan dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19 oleh petugas.

Namun, pihak keluarga memaksa membawa pulang jenazah tersebut lantaran sudah mendapat jaminan dari seorang anggota DPRD Makassar.

Baca: Seorang Penumpang Pesawat Jakarta-Sorong Positif Covid-19, 43 Rombongan Lain di Tes Swab

Baca: Cerita Mahasiswa Pulang Kampung Selama Pandemi, Kamar Kos Penuh Rayap hingga Tikus Beranak di Kasur

Anggota DPRD Makassar tersebut beradal dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso yang menjamin dengan membuat pernyataan tertulis yang dibubuhi tanda tangan dan meterai.

Saat dikonfirmasi, Andi Hadi menjelaskan bahwa pasien yang meninggal itu adalah gurunya saat SMA.

Andi membawa pasien ke RS Daya setelah melihat kondisi kesehatan gurunya itu kian parah yang disertai dengkuran.

“Almarhum sudah berpesan, jangan dibawa ke rumah sakit karena takut divonis Covid-19. Tapi saya yang datang membesuk Beliau dan memberikan penjelasan. Bahkan saya menjamin, bahwa akan mendapat penanganan yang baik dari pihak rumah sakit," kata Andi.

Baca: Nenek Ini Tega Buka Masker dan Sengaja Batuk di Depan Bayi hingga Alami Demam, Aksinya Terekam CCTV

Rapid tes covid-19 (Kompas.com)
Rapid tes covid-19 (Kompas.com) (Kompas.com)

Andi Hadi menjelaskan bahwa dirinya termasuk dalam tim Gugus Tugas Covid-19 Makassar di bagian pemakaman jenazah.

Menurut Andi, hasil rapid test pasien memang menunjukkan reaktif.

Namun saat jenazah dibawa untuk dimakamkan, hasil tes swab belum keluar.

“Jenazah dipulangkan, karena hasil swab tesnya belum keluar. Masak jenazah harus menunggu hasil swab tesnya keluar? Ini persoalan hasil swab tes pasien yang lama di Makassar," kata Andi Hadi.

Andi kemudian mengatakan jika pihak rumah sakit akhirnya memberikan jenazah ke keluarganya.

Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka yang dihadiri keluarga, kerabat, tetangga, serta murid-murid SMA 6 di tempat almarhum mengajar.

Positif Covid-19

Setelah dishalatkan di masjid dekat rumah duka, jenazah PDP Covid-19 tersebut diketahui positif corona.

Hasil test swab pasien baru diberi tahu oleh pihak rumah sakit setelah selesai dishalatkan.

Baca: Apakah Virus Corona Bisa Menyebar Melalui Makanan? Simak Penjelasan Ahli

Baca: Viral Video Kolam Renang di Bogor Dialihfungsikan untuk Ternak Lele, Ternyata Begini Faktanya

Baca: Viral Video Polisi Lakukan Tindakan Represif Terhadap Pendemo, Begini Tanggapan Polda Jatim





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved