Unilever Indonesia Angkat Bicara Soal Dukung LGBTQ

Masyarakat Indonesia ramai-ramai menyerukan aksi boikot seluruh produk Unilever setelah muncul pernyataan dukungan tersebut.


zoom-inlihat foto
unilever-logo.jpg
Kompas.com
Unilever


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Unilever Indonesia angkat bicara setelah media sosialnya ramai diserang masyarakat Indonesia karena dianggap mendukung Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGTBQ).

Masyarakat Indonesia ramai-ramai menyerukan aksi boikot seluruh produk Unilever setelah muncul pernyataan dukungan tersebut.

Tak tinggal diam, Unilever Indonesia pun angkat bicara menanggapinya.

Governance and Corporate Affairs Director Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso melalui siaran persnya menjelaskan bahwa Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda.

Baca: Unilever

Baca: Diduga Cemburu Unggah Foto Seksi, Pasangan Sesama Jenis Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk

Menurutnya, secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif.

"Kami telah berada di Indonesia selama 86 tahun dan kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma dan nilai-nilai setempat," jelas Sancoyo yang dikutip Tribunnewswiki.com dari siaran pers Unilever Indonesia.

"Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia," tambahnya.

Ramainya pembahasan tentang Unilever mendukung LGBTQ ini bermula dari pernyataan dari basis utamanya yang terletak di Amsterdam mengatakan bahwa Unilever berkomitmen untuk mendukung gerakan LGBTQ.

Unilever memberikan pernyataannya melalui akun Instagram-nya pada 19 Juni 2020 yang lalu.

Baca: Legalkan LGBTQ, Ibukota India Adakan Festival Sastra Queer untuk Pertama Kalinya Sepanjang Sejarah

Baca: Komnas HAM Kritik Walikota Depok yang Keluarkan Imbauan Razia LGBT berkat Kasus Reynhard Sinaga

"Kami berkomitmen untuk membuat rekan LGBTQ bangga karena kami bersama mereka," tulis Unilever.

"Karena itu kami mengambil aksi dengan menandatangani Declaration of Amsterdam untuk memastikan setiap orang memiliki akses secara inklusif ke tempat kerja," tambahnya.

Tak hanya itu, Unilever juga memberikan kesempatan bisnis bagi LGBTQ sebagai bagian dari koalisi global serta meminta Stonewall, sebuah lembaga amal untuk LGBT, mengaudit kebijakan dan tolok ukur bagaimana Unilever akan melanjutkan aksi ini.

(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved