TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan 60 persen daerah di Indonesia memasuki zona hijau.
Wiku menyebut sebanyak 60 persen daerah di Indonesia memiliki kondisi risiko rendah penularan Covid-19.
Ia menambahkan, data tersebut terlihat dari peta zona penyebaran Covid-19 yang dipantau oleh Gugus Tugas.
"Relatif hampir 60 persen daerah di Indonesia kondisi risikonya rendah dan hijau," kata Wiku, dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2020).
Dikutip dari Wartakotalive.com, berdasarkan data yang diambil pada 31 Mei 2020 hingga 21 Juni 2020, menunjukkan dari 46,7 persen yang berisiko rendah dan hijau, ternyata turun menjadi 44 dan naik terus 52 persen, bahkan hingga 58,3 persen saat ini.
Oleh karena itu, sektor ekonomi telah dibuka kembali.
Selain itu, pemerintah juga telah meningkatkan pelayanan rumah sakit.
Wiku menyebut, dalam waktu 3 bulan dari 250 RS, ditingkatkan menjadi 1.687 RS. Bahkan, data keseluruhan RS telah terhubung menjadi satu.
"Sebaran rumah sakitnya juga meningkat menjadi 800 RS rujukan nasional dan provinsi."
"Semua terhubung datanya dengan surveilans dan laboratorium secara otomatis," papar Wiku.
Baca: Alasan Pembukaan Sektor Ekonomi di Tengah Covid-19, Presiden Jokowi: Berdasarkan Data Sains
Baca: Kasus Covid-19 Jatim Melonjak Capai 10.092, Tim Gugus Tugas Imbau Masyarakat untuk Berhati-hati
Tak hanya itu, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan untuk tahapan masyarakat menuju kenormalan baru yang produktif dan aman Covid-19 dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Hal ini yang menurut Wiku, Indonesia jauh lebih baik dalam segi kesehatan dan ekonomi dibandingkan negara lain.
"Terlihat dari kebijakan ini, posisi Indonesia dibanding negara lain ternyata secara ekonomi dan kesehatan, kita tidak lebih buruk daripada yang lain. Bahkan kita relatif netral.
Ini adalah modal kita untuk maju ke depan," sambungnya.
Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia, data per 23 Juni 2020 dari laman covid19.go.id :
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 10.250 (21.4%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 10.115 (21.1%)
SULAWESI SELATAN