Jenazah PDP Covid-19 di Surabaya Tertukar, Rumah Sakit Tegur Petugas karena Langgar Prosedur

Dua jenazah PDP Covid-19 di Surabaya tertukar saat akan dimakamkan, pihak rumah sakit minta maaf karena petugas lalai dan tergesa-gesa.


zoom-inlihat foto
penguburan-atau-kubur-pasien-virus-corona-covid-19.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Di Surabaya, dilaporkan ada jenazah pasien Covid-19 yang sempat tertukar.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah video viral di media sosial WhatsApp saat sebuah prosesi pemakaman jenazah PDP Covid-19 batal dikebumikan.

Video tersebut beredar di berbagai grup WhatsApp pada Rabu (24/6/2020) pagi.

Dalam video berdurasi 1,5 menit itu peti jenazah batal dikuburkan karena jenazah tertukar dengan jenazah orang lain.

Tim medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sudah mengangkat jenazah di sisi liang kubur.

Namun, dikembalikan lagi untuk dimasukkan ke dalam mobil jenazah.

Diketahui, lokasi pemakaman tersebut berada di salah stau komplek pemakaman Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya.

"Betul jenazahnya tertukar. Harusnya yang dimakamkan di sini laki-laki, tapi di surat yang kami terima perempuan," kata Amir Mahmud, salah satu keluarga jenazah.

Baca: Dikeroyok Pengantar Jenazah saat Mengatur Lalu Lintas, Petugas Dishub Babak Belur

Baca: Viral Jenazah PDP Covid-19 Dimakamkan Tanpa Kain Kafan: Dibungkus Kantong Plastik dan Pakai Popok

Setelah dipastikan jenazah tertukar, tim pemulasaraan kembali ke rumah sakit dan menukar dengan jenazah yang sesuai dengan alamat keluarga di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya.

Meskipun jenazah tersebut masih berstatus PDP dan hasil swab belum keluar, namun sebelumnya telah menunjukkan gejala batuk yang mengarah ke Covid-19.

Oleh sebab itu, jenazah yang dari Jombangan pun dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Rumah sakit akui kesalahan

Setelah dimintai keterangan terkait dengan tertukarnya jenazah PDP Covid-19, pihak rumah sakit pun meminta maaf.

Manajemen Rumah Sakit Islam Surabaya meminta maaf atas kesalahan prosedur sehingga jenazah PDP Covid-19 di Surabaya tertukar pada Rabu (24/6/2020).

Samsul mengatakan, kesalahan tersebut diduga karena petugas terburu-buru sehingga salah memberi identitas jenazah yang ditempel di peti jenazah

"Mungkin karena terburu-buru sehingga ada prosedur yang dilanggar yakni memberi identitas lengkap jenazah yang ditempel di peti jenazah," ujar Direktur Rumah Sakit Islam Surabaya, Samsul Arifin saat dikonfirmasi, Rabu sore.

Beri surat peringatan

Terkait kejadian itu, pihak rumah sakit telah memberikan surat peringatan kepada petugas pemulasaraan.

Kemudian pihak manajemen rumah sakit juga telah meminta maaf kepada pihak keluarga atas kejadian tersebut.

Baca: Pakar Gugus Tugas: Hampir 60 Persen Daerah di Indonesia Relatif Rendah Risiko Penularan Covid-19

Baca: Uniknya Hilangkan Stress, Terapi Pasien Covid-19 di RSUD Bagas Waras Klaten Diajak Mancing Ikan Lele

Baca: Dinyatakan Sembuh dari Corona, Pasien asal Bandung ini Disambut dan Diarak Keliling Kampung

Menurut keterangan yang diberikan oleh Samsul, ada dua jenazah yang sedang diproses di Rumah Sakit Islam Surabaya.

Salah satunya jenazah warga Kecamatan Jambangan.

"Untung saja jenazah yang satu belum diambil oleh keluarganya," ucap Samsul.

Update Covid-19 di Surabaya 

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya bertambah 107, sehingga total kasus saat ini ada 4878 kasus.

Kendati demikian, jumlah pasien yang sembuh pun mengalami kenaikan, yakni kini menjadi 1670 kasus.

Untuk korban meninggal karena virus corona di Kota Surabaya hari ini bertambah 3 orang.

Baca: Berikut Kronologi Pemakaman Jenazah Covid-19 Tanpa Protokol Kesehatan oleh Ratusan Ojol di Surabaya

Wilayah di Kota Surabaya yang memiliki kasus virus corona tertinggi saat ini adalah Surabaya Timur dengan 1571 kasus.

Lalu disusul Surabaya Selatan dengan 1061 kasus, Surabaya Utara 1006 kasus, dan Surabaya Pusat 687 kasus.

Kasus virus corona paling sedikit terjadi di wilayah Surabaya Barat yakni 553 kasus.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah Tertukar, Rumah Sakit: Mungkin karena Terburu-buru..."





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved