Ibadah Haji 2020 Dibatasi, Kemenag: Tetap Terbuka Kemungkinan WNI di Arab Saudi Berhaji Tahun Ini

Pelaksanaan haji akan dikoordinasi oleh perwakilan pemerintah di Saudi, dalam hal ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Saudi


zoom-inlihat foto
masjidil-haram-mekah.jpg
Bandar ALDANDANI / AFP
Masjidil Haram, Mekah. Jubir Kemenag mengatakan tetap ada kemungkinan WNI di Arab Saudi melaksanakan haji tahun ini.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Kementerian Agama, Fathurahman, menyebut masih terbuka kemungkinan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji.

Diketahui, pemerintah Arab Saudi memutuskan membatasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2020.

Namun, warga negara Arab Saudi dan warga asing yang berdomisili di negara tersebut masih bisa melaksanakan ibadah haji.

"Betul, tetap terbuka (kemungkinan WNI di Saudi melaksanakan haji)," kata Oman saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Meski demikian, apabila ada WNI di Saudi yang nantinya melaksanakan ibadah haji, Kementerian Agama tetap tidak mengirimkan petugas haji.

Pelaksanaan haji akan dikoordinasi oleh perwakilan pemerintah di Saudi, dalam hal ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Saudi.

"KBRI, bukan petugas haji Kemenag. Nanti akan melakukan pengawasan, koordinasi, perlindungan dan pendataan," kata Oman.

Para WNI yang nantinya melaksanakan haji pun wajib untuk mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang disiapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

"Dari Kemenag tidak ada petugas haji yang bertugas tahun ini. Semua protokol disiapkan oleh pihak Saudi," kata Oman.

Baca: Uni Emirat Arab Sambut Baik Keputusan Arab Saudi terkait Pembatasan Haji 2020

Baca: Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji 2020 Namun Secara Terbatas, Hanya Orang-orang Ini yang Diizinkan

Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi
Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi (Youtube)

Sebelumnya diberitakan, Konsul Haji Konsulat Jenderal RI Jeddah Endang Jumali menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi menggelar pelaksanaan ibadah haji tahun ini dengan sangat terbatas.

Ibadah haji 2020 hanya diperuntukkan bagi warga negara Arab Saudi dan warga asing yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Saudi. Itupun jumlahnya sangat dibatasi.

Keputusan itu disampaikan melalui rilis resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 22 Juni 2020.

Maksud dari sangat terbatas adalah hanya bagi warga negara Saudi dan warga asing dari negara mana saja yang ingin beribadah haji, namun sekarang sudah berada atau berdomisili di Saudi. Itupun dalam jumlah terbatas," kata Endang melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Keputusan pemerintah Saudi itu berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir.

Saudi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan pelaksanaan manasik haji berjalan aman dan sehat.

Pembatasan juga bertujuan supaya manasik dapat dilakukan dengan menerapkan kebijakan physical distancing untuk memastikan keselamatan dan perlindungan jemaah dari ancaman penularan Covid-19.

UAE menyambut baik keputusan Arab Saudi

Majelis Fatwa dan Syariah Uni Emirat Arab (UEA) menyambut baik keputusan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi yang membatasi penyelenggaraan haji tahun 2020.

Otoritas ini menegaskan bahwa setiap umat harus mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintahan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Pentingnya mematuhi keputusan ini, menurut majelis, merupakan bagian dari tanggung jawab Raja Salman atas kedaulatan negara dan tanggung jawab melindungi peziarah, jamaah umrah, dan membantu menjaga kesehatan serta keamanan umat.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved