"Kalau sampai satu kali lagi tidak bisa dan ini (kartu ATM) tertelan, kalian nanti yang akan kita telan," ujar SR menirukan ancaman perampok malam itu.
Mereka ketakutan. Menyerah, akhirnya RP membocorkan nomor PIN ATM yang sesungguhnya.
Perampok menggasak uang Rp 2,8 juta dari saldo rekening RP.
"Mana lagi yang masih ada isinya?" hardik para perampok.
SR tak punya kartu ATM, tetapi ada kartu Flazz di dompetnya.
Perampok tak mau tahu. Mereka pikir, kartu itu kartu ATM.
Baca: Thomas Jane Terpaksa Rampok Bank demi Keluarga dalam Film Drive Hard, Tayang 23.00 WIB di Trans TV
Baca: Hotman Paris Bela Mati-Matian Pelajar Pembunuh Begal demi Pacar, Meski Sudah Beristri dan Punya Anak
Baca: Bunuh Begal untuk Lindungi Pacar, Pelajar Malang Terancam Hukuman Seumur Hidup
SR pun diancam-ancam.
"Itu Flazz, Pak!" bantah SR.
"Kamu jangan banyak ngomong. Berapa PIN-nya?"
"Itu kartu Flazz untuk naik kereta atau busway, Pak," ujar SR.
Dilecehkan, diancam diperkosa dan dibunuh
Para perampok masih tak terima, kata SR.
Mereka terus-menerus meminta nomor kartu beserta nomor PIN ATM milik SR, kendati ia betul-betul tak membawanya.
"Kamu jangan bohong!" gertak perampok.
"Demi Allah, Pak," jawab SR.
"Jangan bawa-bawa nama Allah! Ngomong enggak?" balas perampok itu.
Kehabisan akal, para perampok tak hanya mengancam secara verbal.
Perampok itu langsung coba melecehkan kedua perempuan secara seksual.
SR dan RP refleks menangkis tangan mereka.
"Kepada saya dia bilang, 'Diam enggak!'. Kemudian perut saya digunting," kata SR.