Terkait Konflik dengan China, PM India Bebaskan Tentara Ambil Tindakan: Kedaulatan yang Terpenting

Perdana Menteri Narendra Modi bebaskan tentara India untuk mengambil tindakan di perbatasan India-China


zoom-inlihat foto
perdana-menteri-india-narendra-modi-909.jpg
Handout / PIB / AFP
Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India ingin damai namun siap perang jika ada provokasi dari China


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri India Narendra Modi bersumpah akan mempertahankan perbatasan India, meski harus mengerahkan kekuatan militer mereka.

Karenanya, Modi telah memberikan kebebasan bagi tentara dalam mengambil langah yang diperlukan.

"Seluruh negara terluka dan marah pada langkah-langkah yang diambil oleh China," katanya, diberitakan BBC, Sabtu (20/6/2020).

Narendra Modi menegaskan kedaulatan adalah yang terpenting bagi India.

"India menginginkan perdamaian dan persahabatan, tetapi menegakkan kedaulatan adalah yang terpenting."

Sementara China telah menuduh India telah melakukan provokasi dengan sengaja terkait bentrokan yang terjadi di perbatasan Himalaya, Senin (15/6/2020).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lijian Zhao, mengatakan pasukan India menyeberang ke wilayah China dan melakukan penyerangan.

Baca: Pemimpin Oposisi Rahul Gandhi Sebut PM Narendra Modi Telah Serahkan Wilayah India ke China

Baca: Ini Alasan Tentara China dan India Tak Gunakan Senjata Api dalam Insiden di Perbatasan Himalaya

Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Perdana Menteri India, Narendra Modi. (AFP)

Hal itu memicu konflik di antara kedua kelompok tentara.

Dalam komentar resmi pemerintah China itu, mereka masih enggan membeberkan jumlah korban di pihak China.

Sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan tidak ada wilayah India yang hilang.

"Tidak ada yang menyusup ke perbatasan kami, tidak ada orang di sana sekarang, juga tidak ada pos kami ditangkap," katanya.

Dampak Konflik Terhadap Ekonomi India

FOTO: Terlihat banyak orang turun di jalanan di kota-kota di India. Mereka membakar bendera China dan merusak barang-barang elektronik buatan China
FOTO: Terlihat banyak orang turun di jalanan di kota-kota di India. Mereka membakar bendera China dan merusak barang-barang elektronik buatan China (Dibyangshu SARKAR / AFP)

Baca: Buntut Tewasnya 20 Tentara India, Ormas Hindu Munnani Bakar Bendera China dan Rusak Smartphone

Konflik kedua negara telah merembet ke ranah ekonomi.

Seruan boikot produk China semakin nyaring di seantero India.

Dilansir dari Indian Express, Minggu (21/6/2020), pemerintah India tengah berupaya menekan Beijing dengan mendorong warganya melakukan boikot pada barang-barang buatan dari China.

Wacana memulai perang dagang dengan China juga mulai disuarakan publik India.

Menteri Persatuan India, Ramdas Bandu Athwale, meminta masyarakat tak pergi ke restoran yang menjual makanan China tanpa pengecualian, meski pemiliknya maupun kokinya adalah seorang warga negara India.

Seruan boikot juga menggema untuk mencegah warga India membeli barang elektronik dari pabrikan China.

Kendati demikian, memboikot produk China di India dianggap banyak kalangan malah akan merugikan ekonomi nasional negara itu. Ini karena India begitu bergantung pada barang impor dari Tiongkok.

Sepanjang tahun 2019-2020, perdagangan dengan China berkontribusi sebesar 10,6% dari seluruh neraca perdagangan India, atau yang terbesar kedua setelah perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved