TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar kampanye di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, AS, Sabtu (22/6/2020).
Namun forum itu dikabarkan sepi.
Diberitakan Kompas.com, hal itu terjadi gara-gara ulah pengguna TikTok.
Dalam platform itu beredar video imbauan untuk tidak mengikuti kampanye Trump.
Mereka mengajak untuk beramai-ramai memborong tiket kampanye.
Meski beli tiket, mereka menekankan tidak usah hadir pada hari H.
Akibatnya, banyak kursi kosong ketika Presiden Donald Trump berorasi.
Baca: Penerbitan Buku John Bolton Buat Donald Trump Geram, Menlu AS: Pengkhianat Perusak Amerika
Baca: Mantan Pejabat AS Beberkan Hubungan Khusus Trump dan Xi Jinping: Minta Bantuan Agar Menang Pemilu
Video imbauan pertama kali diunggah oleh pengguna TikTok Mary Jo Laupp.
Wanita berusia 51 tahun itu meminta pengikutnya memborong tiket di situs kampanye Donald Trump.
"(Jika) kita semua ingin melihat auditorium berisikan 19.000 kursi ini nyaris tidak terisi atau benar-benar kosong, langsung pesan tiket sekarang dan biarkan dia (Trump) berdiri sendirian di atas panggung," katanya.
Setelahnya, beberapa akun TikTok juga membuat ajakan serupa.
Tak hanya di TikTok, himbauan serupa juga ada di Twitter dan Instagram.
Dan benar saja, audiens dalam acara kampanye Trump jauh dari jumah yang ditargetkan.
Hanya ada sekitar 6.200 orang saja yang hadir di BOK Center.
Padahal seminggu sebelumnya Trump mengklaim hampir sejuta audiens berminat untuk hadir dan membeli tiket.
Meski tampaknya klaim itu cukup berlebihan mengingat kapasitas venue hanya bisa memuat sekitar 19.000 orang.
Baca: Positif Covid-19 Tembus 2 juta Orang di Amerika Serikat, Donald Trump Tetap Gelar Kampanye Capres
Manajer tim kampanye Trump, Brad Parscale, sempat mengatakan kampanye mendapat sejumlah gangguan.
Hal itu ia sampaikan dalam akun Twitter pribadinya, @parscale.
Menanggapi Tweet tersebut, seorang Demokrat bernama Alexandria Ocasio-Cortez buka suara.
Ia membalas Tweet Parscale dengan mengatakan bahwa mereka sebenarnya dikerjai para remaja pengguna TikTok.
"Sebenarnya kalian (tim Trump) "dikerjai" oleh remaja pengguna TikTok yang membanjiri kampanye Trump dengan pemesanan tiket fiktif," tulisnya.
Baca: UU tentang Uighur Diteken oleh Donald Trump, Reaksi China: Kami Akan Ambil Tindakan Balasan
Meski demikian, Parscale mengklaim upaya pemborongan tiket tidak ada efek terhadap kampanye.
Ia mengatakan, proses kampanye dilakukan dengan mekanisme first come, first served.
Artinya para pendukung sebenarnya tak perlu membeli tiket jika ingin datang ke kampanye.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)