Ada sebanyak 26.079 domain terdaftar lewat Galcomm.
Dari jumlah tersebut, 15.160 domain atau sekitar 60 persen di antaranya disebut berbahaya atau mencurigakan.
"Dengan mengeksploitasi tempat terpercaya pada domain registrar, Galcomm melakukan aktivitas berbahaya yang kami temukan di ratusan jaringan yang telah kami uji," jelas Golomb.
Namun, pihak Galcomm menyangkal tuduhan itu. "Galcomm tidak terlibat dengan aktivitas berbahaya apapun," jelas pemilik Galcomm, Fogel.
Setelah publikasi Awake keluar, Fogel mengatakan sebagian besar domain yang tercatat sudah tidak aktif.
Sementara itu, Google mengatakan telah menghapus semua ekstensi yang disebutkan Awake.
Google pun memberikan apresiasi terhadap Awake yang telah menginformasikan celah ini.
"Kami akan melakukan pembersihan secara reguler untuk menemukan ekstensi dengan teknik, kode, dan perilaku yang sama lalu menghapus ekstensi itu apabila melanggar kebijakan kami," jelas Scott Westover, sebagaimana KompasTekno rangkum dari CNN, Senin (22/6/2020).
Namun, Google tidak menyinggung soal peran perusahaan Galcomm. Ini bukan kasus pertama ekstensi di Chrome bermasalah.
Bulan Februari lalu, ekstensi di Google Chrome juga dikabarkan terkait dengan serangan siber.
Google pun telah melakukan beberapa upaya privasi dan keamanan peramban untuk melindungi penggunanya.
"Sebagai tambahan, untuk menonaktifkan akun developer yang melanggar kebijakan kami, kamu juga menandai pola berbahaya tertenu untuk mendeteksi dan mencegah ekstensi (berbahaya) kembali muncul," jelas Westover.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ratusan Ekstensi di Google Chrome Mata-matai Pengguna"
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)