Bukannya Membantu, Ratusan Ekstensi di Google Chrome Diam-diam Pantau Pengguna, Bisa Curi Password!

Firma Keamanan Siber Awake Security menemukan ada 111 ekstensi palsu yang berbahaya di Google Chrome


zoom-inlihat foto
ilustrasi-google-chrome.jpg
pixabay.com
Ilustrasi Google Chrome


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Google Chrome menjadi satu di antara browser yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Terlebih lagi ada berbagai macam ekstensi yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mendapat fitur tertentu.

Namun, pengguna perlu berhati-hati dengan ekstensi yang ada di Google Chrome.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (22/6/2020), Awake Security menemukan ada 111 ekstensi palsu yang berbahaya.

Awake Security sendiri merupakan firma yang bergerak di bidang keamanan siber.

Kebanyakan adalah ekstensi yang berfungsi sebagai penanda saat pengguna masuk ke situs yang tidak aman, dan ekstensi pengubah format file.

Google Chrome
Google Chrome (pixabay.com)

Baca: China Dituding Menjadi Dalang Serangan Siber yang Menargetkan Lembaga Pemerintahan Australia

Bukan main-main, ekstensi tersebut bisa 'mengawasi' pengguna.

Fitur itu bisa diam-diam melakukan tangkapan layar, mencuri kredensial log in, bahkan password ketika pengguna mengetiknya di layar.

Hal itu sangat membahayakan bagi pengguna Chrome.

Terlebih lagi ketika pengguna membuka halaman yang sensitif.

Dampak yang terjadi bisa berbahaya jika pengguna bekerja di sektor perbangkan, keuangan, kesehatan, dan organisasi pemerintah.

Pasalnya, halaman yang harusnya kredensial bisa dicuri datanya dengan diam-diam.

"Aktor di balik upaya ini, telah menguatkan kehadirannya di hampir setiap jaringan," ungkap peneliti Awake Security.

Namun, dalang di balik ekstensi berbahaya ini belum diketahui.

Ketika mengirimkan ekstensi itu ke Google, mereka diketahui menggunakan kontak palsu.

Lalu mengapa ekstensi tak terdeteksi oleh antivirus?

Menurut Gary Golomb, co-founder Awake, ekstensi berbahaya ini sengaja dirancang agar tidak mudah terdeteksi anti-virus komputer.

Ilustrasi Google Chrome
Ilustrasi Google Chrome (pixabay.com)

Baca: Divonis Melanggar Hukum atas Pemblokiran Internet di Papua, Jokowi Ajukan Banding ke PTUN

Baca: Banyak Keluhan Tagihan Listrik, Badan Siber dan Sandi Negara Akan Diminta Periksa Sistem di PLN

Itulah mengapa menurut kabar yang beredar ekstensi tersebut telah diunduh hingga 32,9 juta kali.

"Hal ini menunjukan bahwa sang aktor bisa menggunakan metode yang sangat sederhana untuk menyembunyikan ribuan domain berbahaya," jelas Golomb, dirangkum dari Reuters.

Domain ekstensi berbahaya ini sementara diketahui memiliki keterkaitan dengan perusahaan asal israel, Galcomm.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved