Menteri Urusan Pangan India, Ram Vilas Paswan Serukan Boikot Produk China

Menteri Urusan Pangan dan Konsumen India, Ram Vilas Paswan menyerukan kepada masyarakat India untuk memboikot produk-produk China.


zoom-inlihat foto
menteri-urusan-pangan-dan-konsumen-india-shri-ram-vilas-paswan.jpg
Instagram @irvpaswan
Menteri Urusan Pangan dan Konsumen India, Shri Ram Vilas Paswan menyerukan agar memboikot produk China


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Urusan Pangan dan Konsumen India, Menteri Urusan Pangan dan Konsumen India, Ram Vilas Paswan menyerukan kepada masyarakat India untuk memboikot produk-produk China.

Ia juga mengarahkan para pejabat kementeriannya untuk tidak memakai produk China dalam sehari-hari.

Pernyataannya ini hadir buntut naiknya tensi antara India dan China dalam persoalan perbatasan wilayah di Himalaya.

"Saya menyerukan ke semua orang, melihat cara China bertingkah, kami memboikot semua produk China," kata Paswan, dilansir Economic Times, Kamis (18/6/2020).

Lebih jauh lagi, Paswan juga mendesak pemerintah pusat agar secara ketat menerapkan aturan standar kualitas Badan Standar Nasional India (BIS) atas produk yang diimpor dari China.

"Ketika barang-barang kami sampai di luar negeri, mereka memeriksanya. (Sementara) ekspor beras Basmati kami ditolak, tetapi ketika barang-barang mereka datang ke India, tidak ada kontrol kualitas yang ketat," kata Paswan.

Baca: Ini Identitas 20 Tentara India yang Tewas dalam Bentrokan dengan China di Perbatasan Himalaya

Diketahui, India menerbitkan undang-undang baru yang berkaitan dengan standar kualitas barang pada 2016.

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah mempromosikan budaya kualitas produk agar sesuai dengan standar kualitas India.

Undang-undang terbaru ini juga mengatur penilaian produk, peningkatan sanksi dan aturan penarikan kembali produk, meski sudah diberi label Indian Standards Institution (ISI).

China Bebaskan 10 Tentara India

Perkembangan terbaru konflik India-China, pasukan Beijing dilaporkan membebaskan 10 tentara New Delhi setelah bentrok selama 3 hari di Lembah Galwan, Ladakh, perbatasan Himalaya.

Diketahui bentrokan antara pasukan India dan China telah menewaskan 20 tentara India.

Pembebasan dilakukan pada Kamis malam (18/6/2020), termasuk seorang Letnan Kolonel dan tiga Mayor tentara India yang sempat ditahan.

Sebuah sumber dari The Hindu menyebut 10 orang yang dibebaskan terjadi setelah adanya kesepakatan yang dicapai antara kedua Mayor Jenderal pada Rabu malam (17/6).

Sepuluh orang yang dibebaskan dikembalikan tanpa cedera.

Baca: Menakar Kekuatan Militer India dan China dalam Konflik Perbatasan, India Dinilai Lebih Berpengalaman

Sementara itu, Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar menyebut pasukan India yang kalah jumlah diserang oleh tentara China yang membawa senjata.

Diketahui tahun 1996 India dan China pernah menandatangani perjanjian damai Line of Actual Control (LAC) yang salah satunya tertulis "kedua belah pihak tidak akan menggunakan kekuatan militer" dalam konflik perbatasan.

"Semua pasukan yang bertugas di perbatasan selalu membawa senjata, terutama ketika meninggalkan pos. Mereka melakukan itu di Galwan pada 15 Juni. Padahal masih ada kesepakatan (perjanjian 1996 & 2005) untuk tidak menggunakan senjata api saat bertempur," Dr Jaishankar di Twitter, menanggapi pemimpin Kongres, Rahul Gandhi.

Perjanjian India-China tahun 1996 poin VI mengenai Tindakan Membangun Kepercayaan / Confidence-Building Measures (CBMs) dalam urusan militer di sepanjang Garis Kontrol Aktual / Line of Actual Control, tertulis:

"Kedua belah pihak dilarang melepaskan tembakan, menyebabkan bio-degradasi, penggunaan bahan kimia berbahaya, melakukan operasi berhulu-ledak atau berburu dengan senjata atau bahan peledak dalam jarak dua kilometer di garis kontrol aktual. Larangan ini tidak berlaku untuk aktivitas tembakan ringan".

Baca: Ingin Kurangi Ketegangan di Perbatasan, India dan China Lakukan Perundingan Melalui Telepon











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Conny Dio

    Conny Dio merupakan penyanyi rock Indonesia
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved