Kamudian, warga beramai-ramai membelah perut buaya tersebut untuk mengeluarkan korban yang telah meninggal dunia.
Berita buaya makan warga Riau tersebut telah menjadi bahan pemberitaan media internasional.
Dailymail.co.uk memberitakan, warga desa memotong buaya dan mengeluarkan sisa-sisa darah teman mereka setelah ia dimakan saat memancing di sebuah sungai di Kabupaten Siak, Riau.
Buaya sepanjang 13 kaki menyeret pria itu ke delta Sungai Lakar, Siak, Riau pada Minggu malam.
Tim penyelamat memulai pencarian Safri (55) dan menemukan kaki terputus keesokan paginya sebelum menjebak buaya di jaring.
Setelah menembak mati buaya tersebut, mereka memotong tubuh reptil dan menarik bagian-bagian tubuh yang mengerikan keluar dari perutnya.
Penduduk yang terkejut dari desa Teluk Lanus, Riau, membantu menjebak makhluk itu setelah melaporkan serangan buaya ke polisi.
Teman Syafri, Toha, berhasil merayap ke tepi sungai yang berlumpur ke tempat yang aman setelah menyaksikan serangan reptil dari jarak dekat.
Baca: Bupati Penajam Paser Utara Bocorkan Masih Banyak Buaya Liar di Calon Ibu Kota Negara Baru
Warga setempat menjerat buaya air asin pada Senin pagi dan menyeretnya di sepanjang jalan tanah untuk mengambil bagian tubuh sementara orang-orang melantunkan mantra.
Heru Sutmantoro, kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau, mengatakan kematian pria itu adalah sebuah tragedi.
Namun, ia juga mengkritik penduduk desa setempat karena membunuh buaya yang dilindungi.
Heru mengatakan penduduk setempat telah diperingatkan pada Juni 2019 untuk tidak pergi memancing di rawa-rawa penuh buaya yang terhubung ke delta.
"Kami menerima informasi bahwa serangan itu terjadi pada Minggu malam," kata Heru. "Kami telah lama memperingatkan masyarakat untuk menghindari habitat buaya air asin dan berhati-hati di sekitar daerah itu."
Baca: Pamit Mandi, Warga Muara Enim Ini Tewas dengan Luka Cakaran dan Gigitan, Diduga Diterkam Harimau
Menurut Heru, kasus tersebut Ini bukan serangan pertama, serangan serupa telah terjadi sebelumnya di sekitar Sungai Lakar, Riau.
"Korban mungkin tidak tahu bahwa daerah itu adalah habitat bagi buaya air asin," katanya.
Heru mengatakan bahwa petugas satwa liar tidak berdaya untuk bertindak terhadap penduduk desa yang membunuh buaya, tetapi dia berjanji untuk meningkatkan patroli untuk memetakan habitat buaya.
Dia menambahkan: "Buaya air asin adalah di antara binatang buas yang dilindungi oleh hukum. Ini adalah wewenang polisi atau pusat penegakan hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan."
Baca: Gadis Muda Diterkam Buaya Ketika Mandi di Sungai, Kondisi Jasadnya Saat Ditemukan Bikin Terkejut
Baca: Ternak 32 Buaya di Belakang Rumah Bersekat Papan dan Seng, BKSDA Kaltim Lakukan Evakuasi
(Wartakotalive.com)(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul BREAKING NEWS: Wanita Dimakan Buaya di Kalimantan Utara, Badan Masuk ke Perut Buaya Kepala di Luar.