Ia kemudian diterima dan bekerja di Webex.
Pada akhir 1990-an, teknologi semakin berkembang pesat dan teknologi video conference yang awalnya hanya ada di cerita fiksi sains, semakin menjadi kenyataan.
Webex adalah salah satu perysahaan yang bergerak di bidang tersebut.
Baca: Pertama Kali Vonis Pidana Lewat Zoom dan Langsung Hukuman Mati, Pengadilan Singapura Dikecam
Baca: VIRAL Lupa Tak Matikan Kamera, Seorang Pria Kedapatan Tak Berbusana di Rapat Presiden via Zoom
Yuan menjadi salah satu dari 10 insinyur yang bergabung dengan Webex pada tahun 1997.
Satu dekade kemudian, Webex Diakuisisi Cisco dan Eric Yuan menjadi salah satu wakil presiden di sana dan mengelola lebih dari 800 pegawai.
Di sinilah Yuan menemukan jalannya untuk membangun Zoom sampai sekarang.
Pengaruh iPhone Pada 2007 silam, saat Cisco mengakuisisi Webex, Apple untuk pertama kalinya memperkenalkan iPhone.
Yuan, dengan jeli melihat bahwa lahirnya iPhone akan menjadi sebuah peluang besar.
Ia meyakini bahwa perusahaan, akan membutuhkan sebuah produk atau aplikasi yang dapat berfungsi di dalam sebuah ponsel, bukan hanya PC.
Ditolak para petinggi Cisco, Eric Yuan kemudian memaparkan pendapatnya kepada para pimpinan Cisco.
Alih-alih dukungan, idenya malah ditolak oleh para petinggi Cisco.
Para pemimpin tidak setuju dan pada tahun 2011, Yuan memutuskan untuk pergi dan mulai membangun Zoom.
Ia tidak sendiri. Yuan membawa satu gerbong ahli dari perusahaan sebelumnya untuk mulai mendirikan Zoom.
Yuan memilih wilayah San Jose, California, Amerika Serikat, sebagai lokasi kantor pusat.
Meski demikian, ia juga memiliki tim peneliti dan pengembang di China.
Usahanya mengembangkan Zoom tidak mudah.
Setelah Zoom lahir, ia harus mencari klien yang mau menggunakan aplikasi tersebut.
Dengan cara persuasif, ia menghubungi setiap perusahaan yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan Zoom.
Namun tak jarang usahanya sia-sia.
Sebenarnya, nilai jual utama Zoom adalah sifatnya yang "netral".