Dalam sambungan telepon, ia juga menyinggung langkah PM Selandia Baru, Jacinda Ardern yang dianggap berhasil dan efektif mengalahkan Covid-19 melalui lockdown yang dini dan ketat.
Terkait isu domestik, Adinda menyayangkan banyak orang-orang yang menolak rapid test dan mengabaikan peringatan dari pemerintah.
"Maksud saya bukan salahnya siapa, ini (tanggungjawab) ada di pemerintah dan masyarakatnya bagaimana memahami situasi saat ini," katanya dalam sambungan telepon.
Kepada anak-anak muda Indonesia, Adinda berharap agar nantinya saat pandemi Covid-19 berakhir, generasi muda dapat bersungguh-sungguh menempuh pendidikan yang lebih baik lagi.
"Dunia memang memerlukan obat dan pandemik ini sungguh mengubah pemikiran kita tentang kematian dan waktu. Saya percaya kehidupan manusia belum akan berakhir. Namun kita masih diberi kesempatan untuk kembali menemukan jati diri sebagai makhluk Tuhan."
"Jangan lagi gunakan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menghimpun kekuatan. Jangan lagi ada upaya manipulasi dalam bentuk apa pun. Serta, pahamilah bahwa proses evolusi pasti akan terus terjadi dan dengan adanya pandemik ini kita tersadarkan bahwa setiap orang memiliki porsi masing-masing untuk membuat dunia ini lebih baik.
"Jangan pernah ada kata menyerah, "pungkasnya dalam tulisan.
Bukan Kali Pertama
Aktivisme sosial melalui tulisan yang dilakukan Adinda Saraswati ternyata bukan kali pertama.
Perempuan yang bercita-cita sebagai Analis Politik ini sering berkirim surat kepada tokoh dan atau organisasi internasional terkait isu-isu yang sedang melanda.
Dinda, sapaan akrabnya, pada 2017 lalu juga sempat mengunggah tulisan keprihatinnnya tentang warga Rohingya, Myanmar.
Baca: 5 Potret Lukisan di Museum Fitzwilliam Inggris Diubah Memakai Masker, Ada Apa?
Baca: Wali Kota Bristol Inggris Marvin Rees: Saya Minta Semuanya untuk Melawan Rasisme dan Ketidakdilan
Baca: Patung eks PM Inggris Winston Churchill Dicoret Grafiti Selama Aksi #BlackLivesMatter di London
-
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)