Etnis Tionghoa Jadi Objek Sasaran Rasial, Pemerintah China Cegah Warganya Pergi ke Australia

Otoritas China memperingatkan warganya untuk tidak bersekolah di Australia akibat tindakan rasial terhadap etnis Asia di negara tersebut.


zoom-inlihat foto
chinese-student.jpg
SCMP
Ilustrasi mahasiswa China. Pemerintah China melarang warganya ke Australia karena adanya perlakuan rasial terhadap etnis China di sana.


Meski begitu, dukungan internasional untuk ide koalisi negara untuk menyelidiki asal muasal virus Corona tersebut terus berkembang.

Australia sekarang telah mengayunkan gerakan diplomatiknya di belakang Uni Eropa, yang juga telah mendesak penyelidikan tersebut, sembari mengambil jalur diplomasi yang lebih berdamai dengan China.

Negara-negara dari Eropa dan Australia kini telah menggalang dukungan untuk rancangan mosi Uni Eropa yang menyerukan "evaluasi yang fair, independen, dan komprehensif" dari "respons kesehatan internasional terkoordinasi WHO untuk Covid-19".

Pada Minggu (17/5/2020) malam, ada 62 negara termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Turki, Rusia, Afrika Selatan, dan Inggris yang  mendukung mosi ini. 

Namun, mosi tersebut tidak secara spesifik menyebutkan China atau Kota Wuhan sebagai tempat dimana wabah virus Corona bergulir.

"Ada dukungan positif untuk investigasi independen terhadap pandemi demi membantu dunia menelusuri pelajaran yang diperlukan untuk  kesehatan global," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne seperti dikutip ABC.

Di tengah imbauan untuk tetap berada di rumah, warga Queensland, Australia dideksa untuk mengikuti pemilihan umum atau denda, Foto: Beberapa orang berjalan di Circular Quay di luar Opera House di Sydney pada 25 Maret 2020. Banyak warga menjauh dari kerumunan karena pembatasan untuk menghentikan penyebaran wabah virus coronavirus COVID-19 di seluruh dunia.
Di tengah imbauan untuk tetap berada di rumah, warga Queensland, Australia dideksa untuk mengikuti pemilihan umum atau denda, Foto: Beberapa orang berjalan di Circular Quay di luar Opera House di Sydney pada 25 Maret 2020. Banyak warga menjauh dari kerumunan karena pembatasan untuk menghentikan penyebaran wabah virus coronavirus COVID-19 di seluruh dunia. (Saeed KHAN / AFP)

"Australia dan sejumlah besar negara sedang bersama-sama mensponsori resolusi yang dipimpin Uni Eropa, yang mencakup seruan untuk evaluasi yang fair, independen, dan komprehensif."

"Ini tentang berkolaborasi untuk melengkapi komunitas internasional guna mencegah atau melawan pandemi berikutnya dengan lebih baik dan menjaga masyarakat kita aman," sebut Payne.

Virginie Battu-Henriksson, juru bicara Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, mengatakan, pihaknya fokus untuk mencapai konsensus penyelidikan tersebut.

"Tentu, kami perlu mendapat dukungan dari semua pemain utama, dan China adalah salah satunya," katanya Virginie.

Baca: Belajar Kasus Prancis vs Amazon, Indonesia Harus Cermat Jika Ingin Pungut Pajak Google dan Facebook

Baca: Di Saat Corona Lumpuhkan Ekonomi Dunia, Biliuner Amerika Serikat Ini Justru Dapat Untung Besar

Baca: Peringatan Gelombang Kedua Covid-19 saat China Laporkan Kluster Baru Penyebaran Covid-19

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengharapkan, sekitar 120 negara lain anggota WHO menunjukkan gelagat untuk ikut mendukung penyelidikan tersebut.

Dukungan bisa mereka sampaikan saat sidang WHA yang berlangsung pada pada 18-19 Mei 2020.

WHA adalah pertemuan tahunan bagi 194 anggota WHO yang berlangsung setiap Mei, sekaligus untuk membuat keputusan tentang kesehatan global.

Mengacu keterangan dari situs WHO, Covid-19 akan menjadi inti sebagian besar diskusi di majelis tersebut pada tahun ini.

(Tribunnewswiki.com/Ris)




Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved