Presiden Jokowi Ingin Lacak Pergerakan Pasien Covid-19 dengan GPS, Amankah Privasi Data Pasien?

Presiden Jokowi mengungkapkan keinginannya agar pelacakan pasien Covid-19 menggunakan teknologi Global Positionong System atau GPS.


zoom-inlihat foto
presiden-joko-widodo-memberikan-keterangan-pers-seusai-meninjau-salah-satu-pusat-perbelanjaan.jpg
TRIBUNNEWS/REPUBLIKA/Edwin Dwi Putranto/Pool
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers seusai meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). Presiden Jokowi meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau wabah COVID-19. TRIBUNNEWS/REPUBLIKA/Edwin Dwi Putranto/Pool


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi virus Corona masih melanda Indonesia dan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih terhitung signifikan.

Hingga berita ini ditayangkan, Sabut (6/6/2020), jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi mencapai 29.521 di seluruh Indonesia dan terdapat penambahan sebesar 703 kasus.

Padahal, pemerintah Indonesia sudah menggalakan pola new normal pada awal Juni ini, meski masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19 secara signifikan setiap harinya.

Presiden Joko Widodo pun meminta agar pelacakan kasus positif Covid-19 bisa lebih agresif, mengandalkan teknolgi lebih canggih ketimbang cara konvensional.

Jokowi bahkan meminta secara spesifik, agar pelacakan kasus Corona di Indonesia menggunakan teknologi global positioning system (GPS), seperti yang sudah dilakukan Korea Selatan dan Selandia Baru.

Dua negara itu adalah sedikit negara yang dianggap sukses menangani kasus corona di negaranya.

"Seperti yang kita lihat di negara-negara lain, misalnya di Selandia Baru mereka menggunakan digital diary, kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik," kata Jokowi, Kamis (4/6/2020) melansir laman Kompas.com.

Menurut Jokowi, sistem manajemen data yang ada saat ini harus terus diperbaiki agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan secara real time di semua lini.

Baca: Jokowi dan Menkominfo Divonis Bersalah, Ini Tanggapan Stafsus Presiden dan Johnny G Plate

Baca: Siap Terapkan New Normal, Presiden Jokowi Tiba-tiba Akui Pemerintah Belum Bisa Kendalikan Covid-19

Baca: Akui Belum Bisa Kendalikan Covid-19, Jokowi: Semua Harus Pakai Data Keilmuan yang Ketat

Mulai dari laboratorium hingga gugus tugas di tingkat daerah. Dengan demikian, pengambilan keputusan dan kebijakan bisa lebih tepat dan akurat.

Seperti di Indonesia, Korea Selatan juga tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah.

Petugas melakukan rapid test corona terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Kobong Semarang, Jumat (22/5/2020) malam.
Petugas melakukan rapid test corona terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Kobong Semarang, Jumat (22/5/2020) malam. (Tribun Jateng/Iwan Arifianto)

Prinsip TRUST, yakni transparency (transparansi), robust screening and quarantine (skrining dan karantina yang kuat), universally applicable testing (tes yang universal), strict control (kontrol yang ketat) dan treatment (perawatan), menjadi kunci kesuksesan Korea Selatan.

Kontrol yang ketat ditunjang oleh berbagai teknologi, seperti riwayat transaksi kartu kredit, rekaman CCTV, dan aplikasi berbasis GPS mobile.

Melansir Straits Times, pemerintah Korea Selatan mengembangkan aplikasi berbasis GPS bernama "selfhealth check".

Aplikasi itu pertama kali digunakan di Daegu dan sekitar provinsi Gyeongsang Utara.

Aplikasi itu digunakan untuk melacak pendatang yang baru tiba di Korea Selatan, dan juga mengawasi mereka yang sedang dikarantina.

Apabila mereka meninggalkan lokasi karantina, maka alarm di ponsel akan berbunyi.

Data GPS ini juga digunakan untuk melacak siapa saja yang pernah berkontak dengan pasien postif.

Selain itu, GPS juga akan memberi tahu pengguna lokasi yang pernah dikunjungi pasien positif Covid-19, 100 meter sebelum sampai di lokasi tersebut.

Namun, aplikasi ini memuat beberapa informasi pribadi, seperti kewarganegaraan, gender, dan usia.

Ada pula aplikasi serupa bernama Coronamap.





Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved