Pengacara Benjamin Crump: George Floyd Tidak Dibunuh oleh Covid-19, namun Rasisme dan Diskriminasi

Hadir dalam upacara peringatan, pengacara keluarga George Floyd, Benjamin Crump sampaikan pidato tentang rasisme dan diskriminasi


zoom-inlihat foto
benjamin-crump-1.jpg
KEREM YUCEL / AFP
FOTO: Pengacara Keluarga George Floyd, Benjamin Crump (kiri) bersama anak laki-laki George Floyd Quincy Mason Floyd


Chauvin menjawab, "Tidak, tetap di posisi awal kita menjatuhkannya."

Satu menit setelah Floyd menjadi tidak responsif, Lane berkata lagi, "...ingin ubah posisinya sekarang?" Petugas yang bernama J Alexander Kueng kemudian memeriksa denyut nadi Floyd dan berkata, "Denyutnya sudah tidak ada."

Sementara itu, hasil otopsi lengkap dirilis pada Senin kemarin atas izin keluarga Floyd dan menunjukkan bahwa pria Afrika-Amerika itu pernah mengidap Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik). Namun, virus itu bukan sebab kematiannya.

Floyd tidak menunjukkan gejala ketika empat polisi Minneapolis membekuknya pada Senin (25/5/2020).

Hal tersebut diungkap oleh Dr Andrew Baker, kepala pemeriksa medis di Hennepin County.

Selain itu, keluarga Floyd telah melakukan otopsi independen yang dirilis minggu ini dan menunjukkan hasil berbeda.

Dalam otopsi tersebut, kematian Floyd disebabkan oleh asphyxia akibat tekanan di leher yang dilakukan Chauvin dan tekanan di punggung karena beban saat polisi Thomas Lane menindih perutnya.

Baca: Viral Foto Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Rusuh Demo Kematian George Floyd, Begini Klarifikasinya

Baca: Demo Kematian George Floyd, Kelompok Antifa akan Dikategorikan Sebagai Teroris oleh Donald Trump

Baca: Tak Mau Dijarah Oknum Pendemo Kematian George Floyd, Pemilik Toko Senjatai Diri dengan Senapan AR-15

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kompas.com)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved