TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan untuk memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama satu bulan.
Berbeda dengan sebelumnya, PSBB kali ini merupakan masa transisi untuk menuju normal baru.
Keputusan ini disampaikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto setelah melakukan rapat evaluasi PSBB bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di balai Kota Bogor, Kamis (4/6/2020).
Selama satu bulan ke depan, kata Bima, Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor yang memungkinkan untuk dibuka kembali secara bertahap.
"Untuk melanjutkan PSBB Proposional di masa transisi.
Kita menyepakati selama satu bulan ini masih era PSBB.
Tapi tidak sama dengan PSBB sebelumnya, ini untuk menuju normal baru," kata Bima seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca: Bima Arya Sugiarto
Baca: Dalam Masa Transisi PSBB, Pemprov DKI Jakarta Perbolehkan Rumah Ibadah Buka Kembali, Ini Syaratnya
Dia menjelaskan, meski tren reproduks kasus Covid-19 di Kota Bogor melandai, kondisi itu belum cukup untuk menentukan pemberlakuan fase tatanan baru atau normal baru.
Bima menyebut, berdasarkan hasil evaluasi yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Kota Bogor masuk ke dalam kategori zona kuning.
Artinya, sambung Bima, perlu ada penguatan dan pengawasan ketat protokol kesehatan yang harus dijalankan di segala sektor.
"Jadi, satu bulan ke depan ini pemerintah daerah akan berlakukan tahapan-tahapan sektor mana yang masih mungkin untuk dibuka berlandaskan zonasi," sebutnya.
Baca: Anies Perpanjang PSBB, Jakarta Buka Perkantoran 8 Juni, Wajib Terapkan Minimal 2 Shift Jam Kerja
Baca: Anies Bawedan Dikabarkan Akan Adakan PSBL Setelah PSBB Usai, Diterapkan di 62 RW Zona Merah
Sebelumnya diberitakan, menurut data monitoring harian tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor mencatat, sejak pemerintah daerah setempat mengumumkan fase transisi menuju normal baru pada Selasa (26/5/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 111 orang.
Sementara, pasien yang sembuh di hari itu berjumlah 43 orang.
Untuk pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 47 orang, pasien orang dalam pemantauan (ODP) 85 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 69 orang, dan pasien meninggal 15 orang.
Merujuk pada data percepatan penanganan Covid-19 Kota Bogor yang dikeluarkan Rabu (3/6/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 113 orang.
Baca: Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor (STP Bogor)
Baca: Ibu-Ibu Belanja Baju Lebaran Pakai Uang Bansos, Wali Kota Bogor Bima Arya Sampaikan Rasa Kecewa
Meski begitu, pasien yang sembuh meningkat menjadi 49 orang.
Kurva landai juga ditunjukkan pada data orang tanpa gejala yang berjumlah 44 orang, pasien ODP yang juga menurun menjadi 84 orang, pasien PDP 58 orang, dan juga pasien meninggal tetap 15 orang.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan, berdasarkan data tren reproduction number (Ro) atau angka reproduksi dalam pandemi virus corona (Covid-19) melandai di angka 0,34 minggu ini.
"Kami juga sedang menyusun protokol kesehatan baru bersama semua stakeholder untuk diterapkan setelah 4 Juni nanti, tentunya juga menyesuaikan dengan DKI Jakarta," kata Bima, Kamis (4/6/2020).
(TribunnewsWiki.com/SO/Kompas.com/Ramdhan Triyadi Bempah)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Terakhir PSBB Transisi Kota Bogor, Angka Reproduksi Covid-19 Melandai"