Hasil Autopsi Nyatakan George Floyd Positif Covid-19, tetapi Disebut Bukan Faktor Kematiannya

George Floyd tidak menunjukkan gejala ketika dibekuk pada Senin (25/5/2020)


zoom-inlihat foto
derek-chauvin-saat-menginjak-leher-george-floyd-dengan-lututnya.jpg
DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS
Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Sementara itu, hasil otopsi lengkap menyatakan George Floyd positif Covid-19


Produk Apple yang berada di gerai-gerak tersebut habis dijarah oleh oknum penjarah.

Sebagai perusahaan gadged berteknologi tinggi, tentu saja Apple tak tinggal diam dan memberikan balas dendam cerdik bagi para penjarah.

Sebenarnya, Apple diketahui memang memiliki perangkat lunak yang bisa melindungi produk mereka ketika diambil secata ilegal dari toko.

Namun tak banyak yang mengetahui hal ini, sampai kasus penjarahan terjadi.

Terbukti dari adanya unggahan seseorang yang diduga ikut menjarah ponsel Apple di media sosial Twitter berikut:

Dalam unggahan tersebut, terdapat tulisan yang megatakan bahwa pengguna harus mengembalikan ponsel jarahannya.

"Tolong kembalikan (perangkat) ke Apple Walnut Store. Perangkat ini telah dibekukan dan sedang dilacak. Otoritas setempat telah disiagakan," demikian tulisan yang tertera di perangkat Apple jarahan.

Tentu saja, tindakan Apple tersebut akan membuat penjarah jera sekaligus merasa malu.

Meski demikian, tidak mungkin semua perangkat yang dijarah tersebut akan dikembalikan ke tempat dimana mereka mendapatkannya.

Bukan itu pula yang diharapkan oleh pihak Apple.

Bisa jadi perangkat itu akan dijual kembali sebagai suku cadang di tempat barang curian.

Perangkat tersebut juga dimungkinkan akan dibuang oleh si penjarah agar dirinya tak bisa dilacak sebagai pelaku pencurian.

Yang jelas, tindakan cerdik Apple ini akan meningkatkan branding mereka sebagai produk dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Baca: AS Dibayangi Gelombang Kedua Covid-19 di Tengah Meluasnya Aksi Protes Atas Kematian George Floyd

Penjarahan besar-besaran terjadi di Santa Monica

Kasus penjarahan besar-besaran oleh demonstran juga terjadi di Santa Monica, Minggu (31/5/2020).

Seperti yang diberitakan oleh CBSLA, Joe, sang pemilik dari toko minuman keras Broadway Wine & Spirits bahkan mempersenjatai dirinya dengan senapan AR-15 atau M16.

Joe menjelaskan bahwa hampir semua pertokoan yang berada di sekitar tokonya juga melakukan hal yang sama.

Yaitu mempersenjatai diri mereka dan karyawan dengan senjata api untuk menghindari adanya penjarahan.

Terlebih, lokasi pertokoan dimana Joe dan rekannya berjualan berada dekat dengan jalan utama.

Joe mengatakan, ketika para oknum tersebut mulai mendekati toko, mereka enggan melakukan penjarahan lantaran melihat para karyawan dipersenjatai AR-15 dan senjata lainnya.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved