“Karena itu, sekarang saya ingin meminta maaf kepada gerakan BLM (Black Lives Matter) dan juga kepada para demonstran yang jelas menunjukkan pertentangan mereka terhadap ketidakadilan yang kita lihat sekarang.”
Kemudian, mengenai tato peta Indonesia yang ia miliki di tubuhnya, Rainey mengaku bahwa ia adalah warga negara AS yang dinaturalisasi.
Rainey ternyata lahir di Pulau Jawa, Indonesia.
“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia di Philadelpia,” lanjutnya dalam caption Instagram.
Tak hanya itu, Rainey juga memberi klarifikasi mengenai swafoto dirinya yang menggantung sepatu sneaker di telinganya.
Rainey menyebut bahwa barang itu bukan lah hasil jarahan.
“Jalanan dipenuhi dengan pakaian dan sepatu, dan saya pikir itu akan mengarah dan menekankan pada penjarahan yang terjadi jika saya berpose demikian.”
“Sekarang saya menyesal telah mengunggah foto-foto itu.”
“Sekali lagi, saya meminta maaf kepada semua masyarakat yang terkena dampak negatif ini dan menanggung malu.”
Lalu, Rainey mengakhiri klarifikasinya dengan menulis bahwa ia bersedia bertanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan.
Rainey mengaku belajar banyak dari kejadian yang ia alami.
Baca: Tanggalkan Atributnya, Sheriff Ini Bergabung dalam Demo Kematian George Floyd: Ayo Berjalan Bersama!
Baca: Deretan Selebriti Hollywood yang Turun ke Jalan untuk Ikut Demo Terkait Kematian George Floyd
Postingan Rainey dalam Instagram-nya tersebut lantas dihujani komentar negatif yang sebagian besar datang dari rakyat Indonesia.
"Shame on you man. I am Indonesian who is embarrassed by what you did, (Kamu memalukan. Saya orang Indonesia yang malu atas apa yang kamu perbuat)," tulis akun @jonatanjunus.
"Thats not the way you do it man.. you are trully became an embarassment of Indonesian community in US, (Bukan begitu caranya.. kamu benar-benar membuat komunitas Indonesia di AS malu)," tulis akun @faizall_maulana.
Demo kematian George Floyd
Berkaitan dengan hal di atas, aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika Serikat (AS) akibat kasus kematian pria kulit hitam, George Floyd yang terjadi pada Senin (25/5/2020).
Floyd tewas usai dibekuk polisi, lalu lehernya ditindih oleh lutut seorang polisi, Derek Chauvin saat ia tiarap dan tidak membawa senjata.
Pria setinggi 2 meter itu sempat merintih tidak bisa bernapas dan semua badannya sakit.
Namun, polisi mengacuhkan keluhan George Floyd.
Floyd lalu akhirnya tewas usai hampir 9 menit lehernya ditindih Chauvin.
Sementara, Floyd sendiri diamankan polisi lantaran diduga memakai uang palsu saat membeli rokok di toko kelontong.
(Tribunnewswiki.com/Kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Foto Viral Pria Bertato Indonesia Ikut Rusuh Demo George Floyd, Ini Klarifikasi Pelaku"