Hari Ini dalam Sejarah: Gerhana Matahari Total Mengonfirmasi Teori Relativitas Umum Albert Einstein

Setelah prediksi pembelokan cahaya berhasil dikonfirmasi melalui gerhana matahari, Albert Einstein menjadi "selebritis" dunia


zoom-inlihat foto
gerhana-matahari-total-29-mei-1919.jpg
ESO/Landessternwarte Heidelberg-Königstuhl/F. W. Dyson, A. S. Eddington, & C. Davidson
Gerhana matahari total 29 Mei 1919 berhasil mengonfirmasi teori relativitas umum Albert Einstein

Setelah prediksi pembelokan cahaya berhasil dikonfirmasi melalui gerhana matahari, Albert Einstein menjadi "selebritis" dunia




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang astronom Inggris bernama Arthur Eddington berhasil mengetes teori relativitas umum Albert Einstein pada 29 Mei 1919 ketika terjadi gerhana matahari total.

Dalam teorinya, Albert Einstein memprediksi bahwa cahaya tidak akan bergerak dalam garis lurus dan mengalami pembelokan ketika melewati medan gravitasi akibat objek besar.

Untuk membuktikannya, Arthur Eddington pergi ke sebuah pulau di pantai barat Afrika dan mengirim sekelompok astronom ke Brazil.

Ketika kembali ke Inggris, data pengukuran milik Arthur Eddington berhasil mengonfirmasi prediksi Albert Einstein.

Pembuktian ini membuat Albert Einstein semakin masyhur dan membuat teori relativitas umum mengungguli fisika klasik Newtonian.

Peristiwa pembelokan cahaya di sekitar objek besar sekarang disebut sebagai pelensaan gravitasi.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pertempuran Tsushima, Jepang Nyaris Hancurkan Semua Armada Laut Rusia

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Perawat Amerika Bunuh Wanita Hamil dan Curi Bayinya yang Belum lahir

Astronom Inggris, Arthur Eddington
Astronom Inggris, Arthur Eddington (George Grantham Bain Collection, Library of Congress Prints and Photographs Division Washington, D.C.)

Ketika fisikawan Albert Einstein menerbitkan teori relativitas umum pada 1915, dia mengusulkan tiga tes untuk membuktikannya.

Dia mengirim surat ke The Times London dan mengatakan bahwa jika ada yang bisa membuktikan salah satu dari ketiganya salah, maka keseluruhan teori tersebut akan runtuh.

Salah satu dari ketiga hal tersebut adalah pembelokan cahaya akibat medan gravitasi.[2]

Saat itu teori relativitas miliknya dianggap sangat radikal dan meninggalkan gagasan-gagasan tentang ruang dan waktu yang sudah mapan sebelumnya.

Selain itu, teori ini juga mengganti formulai hukum-hukum gravitasi milik Isaac Newton.

Teori Einstein akan mengubah jalannya ilmu pengetahuan, tetapi bertahun-tahun setelahnya, belum ada pembuktian bahwa teori tersebut benar.[3]

Albert Einstein
Albert Einstein (Kolase Foto (Wikimedia))

  • Arthur Eddington tertantang membuktikan


Pembelokan cahaya oleh gravitasi adalah salah satu prediksi paling jelas dari Einstein.

Para astronomi sebenarnya sudah berusaha mendeteksi efek dari gerhana matahari sebelum Einstein menyelesaikan formulasi teorinya.

Astronom di Observatorium Berlin, Erwin Finlay-Freundlich, sempat mengadakan ekspedisi ke Crimea untuk mengamati gerhana.

Namun, dia justru ditangkap dan dituduh sebagai mata-mata sebelum gerhana bisa diamati.

Sekelompok astronom dari Observatorium Lick juga sempat mencobanya, tetapi kameranya disita oleh Rusia.

Seorang astronom Cambridge bernama Arthur Eddington kemudian tertantang untuk membuktikannya.

Selain itu Eddington juga berusaha menyatukan ilmu pengetahuan Eropa yang terpecah karena Perang Dunia I.

Akibat perang, para ilmuwan Jerman tidak diundang dalam konferensi-konferensi.

Eddington selanjutnya berharap dapat membuktikan teori dari seorang Jerman bernama Einstein.[4]

  • Gerhana 29 Mei 1919


Eddington memiliki kesempatan membuktian teori relativitas umum ketika gerhana matahari total akan terjadi pada 29 Mei 1919.

Sebelumnya, astronomm Frank W. Dyson telah mengusulkan ekspedisi mengamati gerhana tersebut dan Eddington menjadi pemimpinnya.

Para ilmuwan itu memiliki waktu persiapan selama lima bulan, setelah Perang Dunia I berakhir pada November 1918.

Eddington kemudian berangkat ke Principe, sebuah pulau terpencil di pantai barat Afrika.

Dia juga mengirim timnya ke Sobral, Brazil, untuk berjaga seandainya cuaca buruk menghalangi pengamatan.

Ketika kedua tim menganalisis, mereka menemukan hasil pengukuran berada dalam dua standar deviasi prediksi Einstein.

Hasil ini mendukung teori milik Einstein dan tersebar luas hingga memicu sensasi media.

Einstein kemudian menjadi "selebritis" dunia dalam semalam.

Namun, tidak semua menerima hasil tersebut karena beberapa menuduh Eddington memanipulasi data.

Meski demikian, pengamatan-pengamatan pada gerhana selanjutnya juga menghasilkan data yang sama.

Pada 1960-an, mayoritas fisikawan sudah menerima teori pembelokan cahaya dari Einstein.[5]

(TribunnewsWiki/Tyo)



Peristiwa Arthur Eddington membuktikan teori relativitas umum milik Albert Einstein
Pada 29 Mei 1919
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved