Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan pembatasan pasien dan penutupan sementara selama 14 hari ke depan.
Hal tersebut tertulis dalam surat pemberitahuan Nomor 1341/UN3.9.1/TU/2020 tertanggal 25 Mei 2020, yang ditandatangani oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Unair dr Hamzah.
Tidak hanya itu, penutupan tersebut juga dilakukan lantaran tidak cukupnya lagi ruangan perawatan untuk pasien Covid-19 di sana.
Baca: Hadapi New Normal, 5 Benda Ini Wajib Ada di Dalam Tas Agar Terhindar dari Covid-19
Baca: Tak Bisa Tunjukkan SIKM, 5 Penumpang Kereta Asal Surabaya Di Tes Swab dan Dikarantina
Setelah itu, Hamzah juga mengatakan jika tenaga medis di RS Unair akan difokuskan merrawat pasien yang saat ini sedang manjalani perawatan.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit belum bisa menerima pasien baru lagi.
Penutupan tersebut diberlakukan sejak tanggal 26 Mei 2020 sampai 14 hari ke depan sembari memperhatikan perkembangan yang berlangsung.
"Setiap perubahan dan perkembangan yang terjadi akan diumumkan lebih lanjut," tulis surat tersebut yang dikutip TribunnewsWiki.
Dalam surat tersebut, dikatakan jika pelayanan yang dilakukan tetap menerapkan protokol ketat.
Namun, memang hanya difokuskan untuk pasien yang sedang dirawat dan dalam kondisi yang mengancam jiwa.
Namun, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Unair tetap melakukan pelayanan dengan menerapkan protokol triage ketat dan hanya melayani pasien yang mengalami kondisi mengancam jiwa.
Pelayanan pada instalasi rawat jalan untuk sementara dibuka hanya untuk pasien HD (cuci darah), TB/HIB, onkologi terpadu, operasi terjadwal, dan pengambilan obat kronis.
Instalasi rawat inap sementara waktu difokuskan bagi pasien yang saat ini sedang dirawat.
(TribunnewsWiki.com/Restu)
Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Disinformasi Semua Petugas Laboratorium Unair Terpapar Covid-19, Berikut Fakta Lengkapnya