TRIBUNNEWSWIKI.COM - Telah beredar di media sosial WhatsApp terkait dengan penyebaran Covid-19 di lingkungan Universitas Airlangga.
Dalam pesan berantai yang menyebar di grup-grup WhatsApp tersebut, menyebutkan jika penutupan dilakukan karena seluruh tenaga medis yang bekerja terpapar virus corona.
Petugas medis yang terpapar tersebut disebutkan bekerja di laboratorium Universitas Airlangga.
Sehingga, laboratorium tersebut lumpuh dan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.
"Apa bisa PCR Monile tsb di tugaskan ke Surabaya, barusan bapak KA dan dan Pangdam menelpon saya ttg itu...karena seluruh petugas Lab di Unair kena positip Covid, jadi Labnya saat ini lumpuh...," tulis narani teks WhatsApp tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kominfo pun memberikan penjelasan dan menyebutkan bahwa pesan berantai tersebut tidak benar atau disinformasi.
Dilansir dari website resmi Kominfo, klaim jika seluruh petugas lab di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terkena virus corona adalah salah.
Faktanya, laboratorium di Unair memang membatasi penerimaan sampel tes Covid-19, namun bukan karena petugasnya terpapar virus corona.
Melainkan hanya membatasi menerima tes sampel karena ada sebagian petugas yang terkena Covid-19.
Baca: Indonesia Pakai Klorokuin untuk Obati Pasien Covid-19, WHO Desak Berhenti Menggunakannya, Mengapa?
Baca: Amerika Serikat Cabut Status Istimewa Hong Kong: Bukan Lagi Daerah Otonom dan China Kena Getahnya
Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR Suko Widodo mengatakan jika pihaknya terpaksa membuat kebijakan pembatasan pelayanan pengujian sampel swab PCR.
Hal tersebut disebabkan karena adanya petugas yang terkena virus corona, namun tidak semua petugas lab tertular.
Pihak laboratorium Unair pun juga memberikan surat pengumuman pembatasan kepada Dinas Kesehatan Jawa Timur yang sudah ditanda tangani oleh Direktur Institur Tropical Disease (ITD) Unair, Prof Maria Inge Lucida.
Pengumuman tersebut tercantum dalam surat nomor 196/UN.3.9.4/TU/2020 tentang konfirmasi Tenaga Laboratorium ITD Terpapar Covid-19.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pihak laboratorium akan membatasi pengujian sampel untuk melindungi keselamatan tenaga laboratoirum.
Upaya tersebut dilakukan juga karena demi menjaga kualitas pelayanan di ITD UNAIR.
Baca: Daerah di Indonesia Ini Konfirmasi Seluruh Pasien Virus Corona Sembuh, Ternyata Lakukan Hal Ini
Selain itu, pihak laboratorium juga melakukan serangkain kebijakan seperti melakukan pelacakan atau tracing kasus dan pengetesan secara masif terhadap stafnya yang bekerja.
Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran atau penularan virus corona di lingkungan laboratorium.
Baca: Tidak Terima Pasien Covid-19 dan Ditutup Sementara Selama 14 Hari, Rumah Sakit Unair Beri Penjelasan
Baca: Fakta-fakta Cuitan Dokter yang Viral di Twitter Tentang Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya
Baca: Risiko Tertular Virus Corona Lewat Berenang Tergolong Rendah, Begini Penjelasan Ahli
Kemudian, pembatasan tersebut dilakukan dengan menerapkan kebijakan bahwa laboratorium hanya akan menerima sampel baru Covid-19 hanya dari Rumah Sakit Unair.
Selain Rumah Sakit Unair, pihak lab akan memberikan serangkaian pembatasan karena kurangnya kapasitas pemeriksaan.
Keputusan dalam surat pengumuman tersebut juga mengatakan jika pembatasan dilakukan selama 14 hari ke depan sejak tanggal 26 Mei 2020 sembari memperhatikan perkembangan yang berlangsung.
Rumah Sakit Unair Ditutup Selama 14 Hari
Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan pembatasan pasien dan penutupan sementara selama 14 hari ke depan.
Hal tersebut tertulis dalam surat pemberitahuan Nomor 1341/UN3.9.1/TU/2020 tertanggal 25 Mei 2020, yang ditandatangani oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Unair dr Hamzah.
Tidak hanya itu, penutupan tersebut juga dilakukan lantaran tidak cukupnya lagi ruangan perawatan untuk pasien Covid-19 di sana.
Baca: Hadapi New Normal, 5 Benda Ini Wajib Ada di Dalam Tas Agar Terhindar dari Covid-19
Baca: Tak Bisa Tunjukkan SIKM, 5 Penumpang Kereta Asal Surabaya Di Tes Swab dan Dikarantina
Setelah itu, Hamzah juga mengatakan jika tenaga medis di RS Unair akan difokuskan merrawat pasien yang saat ini sedang manjalani perawatan.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit belum bisa menerima pasien baru lagi.
Penutupan tersebut diberlakukan sejak tanggal 26 Mei 2020 sampai 14 hari ke depan sembari memperhatikan perkembangan yang berlangsung.
"Setiap perubahan dan perkembangan yang terjadi akan diumumkan lebih lanjut," tulis surat tersebut yang dikutip TribunnewsWiki.
Dalam surat tersebut, dikatakan jika pelayanan yang dilakukan tetap menerapkan protokol ketat.
Namun, memang hanya difokuskan untuk pasien yang sedang dirawat dan dalam kondisi yang mengancam jiwa.
Namun, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Unair tetap melakukan pelayanan dengan menerapkan protokol triage ketat dan hanya melayani pasien yang mengalami kondisi mengancam jiwa.
Pelayanan pada instalasi rawat jalan untuk sementara dibuka hanya untuk pasien HD (cuci darah), TB/HIB, onkologi terpadu, operasi terjadwal, dan pengambilan obat kronis.
Instalasi rawat inap sementara waktu difokuskan bagi pasien yang saat ini sedang dirawat.
(TribunnewsWiki.com/Restu)
Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Disinformasi Semua Petugas Laboratorium Unair Terpapar Covid-19, Berikut Fakta Lengkapnya