Jumlah Kematian Terus Bertambah, WHO: Benua Amerika Adalah Episentrum Baru Covid-19

Sebuah studi memperkirakan jumlah kematian akibat Covid-19 akan terus melonjak di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya hingga bulan Agustus


zoom-inlihat foto
penemuan-mayat-di-panti-jompo-new-jersey.jpg
AFP
Pekerja medis memasukkan mayat ke dalam ambulans sambil mengenakan masker dan alat pelindung diri (APD) di Pusat Subakut dan Rehabilitasi Andover pada 16 April 2020 di Andover, New Jersey. Setelah mendapatkan laporan anonim di kepolisian, 17 orang ditemukan tewas di fasilitas perawatan jangka panjang, termasuk dua perawat, di mana setidaknya 76 pasien dan 41 anggota staf telah dinyatakan positif COVID-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (26/5/2020) mengatakan, Benua Amerika telah muncul sebagai episentrum baru pandemi Covid-19.

Sebuah studi di Amerika Serikat bahkan memperkirakan jumlah kematian akan terus melonjak di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya hingga Agustus mendatang.

"Sekarang bukan saatnya bagi negara-negara untuk mengurangi pembatasan," Dr Carissa Etienne, direktur WHO untuk Amerika dan kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), mengatakan melalui konferensi video seperti dilansir oleh South China Morning Post.

People watch a movie projected at a drive-in cinema as movie theatres remain closed due to the measures imposed to fight against the Covid-19 pandemic in Brasilia, Brazil, on May 8, 2020. Brazil, the country in Latin America that has been hardest hit by the coronavirus crisis, said Friday it had reached a new daily record for COVID-19 fatalities with 751 deaths. The announcement by the health ministry puts Brazil's total death count at nearly 10,000. (EVARISTO SA/AFP)
People watch a movie projected at a drive-in cinema as movie theatres remain closed due to the measures imposed to fight against the Covid-19 pandemic in Brasilia, Brazil, on May 8, 2020. Brazil, the country in Latin America that has been hardest hit by the coronavirus crisis, said Friday it had reached a new daily record for COVID-19 fatalities with 751 deaths. The announcement by the health ministry puts Brazil's total death count at nearly 10,000. (EVARISTO SA/AFP) (EVARISTO SA/AFP)

Benua Amerika telah mencatat lebih dari 2,4 juta kasus dengan lebih dari 143.000 kematian akibat Covid-19.

Amerika Latin telah melampaui Eropa dan Amerika Serikat dalam jumlah kasus per harinya, katanya.

“Wilayah kami telah menjadi pusat pandemi Covid-19,” kata Etienne, ketika direktur PAHO lainnya memperingatkan ada minggu-minggu yang “sangat sulit” untuk wilayah tersebut dan Brasil memiliki jalan yang panjang untuk pergi sebelum akan melihat pandemi berakhir.

Baca: Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Sistem Kesehatan di Sao Paulo Brasil Terancam Runtuh dalam 2 Pekan

Baca: WHO Peringatkan Dunia Bisa Segera Hadapi Gelombang Kedua Covid-19, meski Terjadi Penurunan Penularan

Yang juga menjadi perhatian para pejabat WHO adalah percepatan wabah di Peru, Chili, El Salvador, Guatemala dan Nikaragua.

Ketika angka kematian harian Brasil menjadi yang tertinggi di dunia pada hari Senin (25/5/2020), sebuah studi Universitas Washington memperingatkan bahwa jumlah total korban tewas negara itu bisa naik lima kali lipat menjadi 125.000 pada awal Agustus.

Perkiraan dari Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) universitas datang dengan seruan untuk lockdown yang ditentang oleh presiden sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro.

Data saat ini memproyeksikan kematian Covid-19 di Peru berjumlah hampir 20.000 pada Agustus, kata IHME, mengindikasikan permintaan kemungkinan akan melebihi pasokan tempat tidur di unit perawatan intensif.

Proyeksi model IHME terbaru melihat kematian meningkat menjadi hampir 12.000 di Chili, 7.000 di Meksiko, 6.000 di Ekuador, 5.500 di Argentina dan 4.500 di Kolombia pada bulan Agustus.

Satu negara di wilayah ini yang relatif baik melawan Covid-19 adalah Kuba, di mana IHME memperkirakan jumlah kematian hanya 82 pada Agustus sementara pengujian terus melampaui wabah.

Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah)
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah) (Kompas.com, Hai.Grid.id)

Hingga Rabu (27/5/2020), jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 5.652.536 kasus di seluruh dunia, berdasarkan laporan worldometers.info.

Baca: Rutin Dikonsumsi Donald Trump, Hidroksiklorokuin Disebut Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Baca: Meski Uji Coba Belum Selesai, China Berencana Gunakan Vaksin Virus Corona Akhir Tahun Ini

Dari angka tersebut, sebanyak 2.417.799 kasus berhasil sembuh dan 350.403 meninggal dunia.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia, yakni 1.722.858 dengan jumlah kematian sebanyak 100.468.

Di bawah Amerika Serikat ada Brasil yang mencatatkan jumlah kasus baru sebanyak 1.111 kasus.

Sehingga total kasus Covid-19 yang telah dikonfirmasi di Brasil adalah 377.780 kasus dan jumlah korban meninggal sebanyak 23.622.

Rusia, Spanyol, Inggris, dan Italia berada di urutan selanjutnya.

Kemudian diikuti Prancis  yang tidak mencatatkan kasus baru, sehingga jumlah kasus di negara tersebut adalah sebanyak 182.722 kasus.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved