Dia mengatakan, warga harus menghindar dari tiga hal yakni ruangan tertutup, tempat kerumunan, serta kontak dekat dengan orang lain.
Dia menuturkan, mereka tidak boleh sampai menurunkan tingkat kewaspadaan.
Sebab, virus corona bisa kembali menghantam dengan cepat.
"Kita harus menciptakan gaya hidup baru. Mulai dari sekarang, kita harus mengubah cara berpikir kita," jelas Abe dalam konferensi pers.
Baca: Pertimbangkan Keselamatan dan Pendapatan, Industri Seks di Jepang Pilih Tetap Buka di Tengah Pandemi
Masing-masing kawasan di Jepang kini diperbolehkan untuk menerapkan aturan sendiri sesuai dengan keadaan di sana.
Di Tokyo, restoran dan bar diizinkan buka sampai pukul 22.00, sedangkan sekolah, perpustakaan, dan museum sudah boleh buka kembali.
Bila tingkat penularannya terus rendah dan stabil, teater, klab malam, karaoke, dan tempat-tempat pertunjukan musik boleh dibuka kembali.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi Jepang adalah memperbaiki perekonomian yang mengalami dampak parah karena pandemi.
Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia ini sekarang secara teknis berada dalam keadaan resesi.
PM Abe mengatakan, pemerintahannya sedang mempersiapkan paket baru bantuan ekonomi senilai 1,5 triliun dollar AS (Rp 22.132 triliun) untuk membantu bisnis bangkit kembali.
(tribunnewswiki.com/Ami, Kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Melihat Cara Unik Jepang Tangani Virus Corona"