Hidroksiklorokuin Sempat Ramai Disebut Obat Corona, WHO Justru Stop Pengujiannya, Ada Apa?

WHO memutuskan menghentikan pengujian hidroksiklorokuin terhadap pasien Covid-19 dengan alasan keamanan.


zoom-inlihat foto
hidroksiklorokuin1.jpg
AFP
Sebuah teknologi farmasi mencurahkan pil hidroksiklorokuin di Rock Canyon Pharmacy di Provo, Utah [File: George Frey / AFP]


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi Corona sangat berdampak bagi hampir seluruh negara di dunia dan menimbulkan banyak korban jiwa hingga kini.

Beberapa negara hingga organisasi kesehatan dunia (WHO) pun berlomba membuat vaksin/obat untuk penanggulangan Covid-19.

Namun, hingga kini belum ada vaksin/obat yang dikonfirmasi efektif serta aman untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona.

Bahkan, WHO menghentikan sementara pengujian obat malaria hydroxychloroquine untuk mengobati pasien Covid-19.

WHO memutuskan menghentikan sementara pengujian hydroxychloroquine atau hidroksiklorokuin ke pasien Covid-19 karena masalah keamanan.

ILUSTRASI peneliti tengah uji obat yang diyakini bisa sembuhkan Covid-19
ILUSTRASI peneliti tengah uji obat yang diyakini bisa sembuhkan Covid-19 (pixabay.com)

Hidroksiklorokuin sebelumnya mendapat pujian dari Donald Trump sebagai pengobatan penyakit yang disebabkan virus corona baru.

Presiden Amerika Serikat itu mengatakan, dia menggunakan obat itu untuk membantu mencegah infeksi.

Namun, oleh WHO ternyata hidroksiklorokuin dinilai tidak efektif dan masih perlu pengujian lebih lanjut.

Baca: Rutin Dikonsumsi Donald Trump, Hidroksiklorokuin Disebut Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Baca: Akhirnya Uji Coba Pertama Vaksin Sudah Menunjukkan Hasil Aman & Diperkirakan Efektif Lawan Covid-19

Baca: 2 Tenaga Medis Covid-19 Ditembak KKB Papua Saat Antarkan Obat-obatan, Satu Ditemukan Meninggal

"Kelompok eksekutif menghentikan sementara hidroksiklorokuindalam uji coba Solidaritas, sementara dewan pemantauan keamanan data meninjau data keselamatan," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan, terapi lain dari percobaan Solidaritas, inisiatif internasional untuk mengadakan tes klinis pengobatan potensial untuk virus corona, terus berlanjut.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus ketika menyampaikan deklarasi virus corona sebagai ancaman darurat kesehatan global, Jumat (31/1/2020)
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus ketika menyampaikan deklarasi virus corona sebagai ancaman darurat kesehatan global, Jumat (31/1/2020) (Tangkap Layar video bbc.com)

WHO sebelumnya merekomendasikan untuk tidak menggunakan hidroksiklorokuin untuk mengobati atau mencegah infeksi coronavirus, kecuali sebagai bagian dari uji klinis.

Dr Mike Ryan, Kepala Program Kedaruratan WHO, menyatakan, lembaganya mengambil keputusan untuk menunda uji coba hidroksiklorokuin dengan "penuh kehati-hatian".

Uji Coba Vaksin di China

Para ilmuwan di China menyebutkan, 108 orang dewasa yang sehat diberi dosis Covid-19 vektor adenovirus tipe 5 (Ad5-nCoV) selama masa percobaan ini.

Obat ini menggunakan jenis flu biasa (adenovirus) yang melemah untuk mengirimkan materi genetik yang "mengkode" dirinya menemukan protein dalam SARS-CoV-2-virus yang menyebabkan Covid-19.

Sel-sel kode ini selanjutnya menuju ke kelenjar getah bening tempat sistem kekebalan menciptakan antibodi yang dapat mengenali virus dan menyerangnya.

“Hasil ini merupakan tonggak penting. Percobaan menunjukkan bahwa dosis tunggal dari vektor adenovirus tipe 5 baru Covid-19 (Ad5-nCoV) adenovirus menghasilkan vaksin khusus virus dan sel T dalam 14 hari.”

Pernyataan ini disebutkan oleh Profesor Wei Chen dari Institut Bioteknologi Beijing.

Ilustrasi vaksin virus corona
Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)

Walapun Ad5 ditemukan untuk membuat respons imun yang cepat dalam tubuh, para ilmuwan memperingatkan, masih belum ada jaminan obat ini akan secara efektif melawan Sars-CoV-2 alias virus corona.

"Hasil ini harus ditafsirkan dengan hati-hati. Kemampuan untuk memicu respons kekebalan ini tidak selalu menunjukkan bahwa vaksin akan melindungi manusia dari Covid-19."





Halaman
12
Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved