TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wabah virus Corona masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera terkendali di Indonesia.
Per Senin 25 Mei 2020, jumlah positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia sebanyak 22.750 orang.
Momen hari lebaran tahun 2020 pun dijalani oleh masyarakat Indonesia dengan tidak seperti biasanya karena keberadaan Covid-19 ini.
Meski begitu, banyak sisi lain profesi/pekerjaan masyarakat yang tengah berjuang keras pada masa pandemi Corona ini, termasuk pada momen lebaran tahun 2020.
Misalnya adalah mereka para penggali makam, yang akhirnya bekerja ekstra keras karena situasi pandemi Corona ini.
Melansir dari Tribunjakarta dengan judul Pesan Penggali Makam Bagi yang Abai Saat Masa PSBB: Bakal Berakhir di Kuburan!, Sanan yang sudah hampir dua bulan bergumul dengan tanah dan pacul menangani jenazah prosedur tetap (protap) Covid-19 menceritakan kisahnya.
Sanan bukannya jengkel karena pekerjaannya, melainkan dirinya kesal karena belakangan ini masyarakat abai terhadap anjuran pemerintah di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Bagaimana tidak, dia dan petugas yang lain sudah berjibaku setiap hari menangani jenazah protap Covid-19.
Baca: Kronologi dan Klarifikasi RS Mojokerto Soal Petugas Minta Uang Pemulasaraan Jenazah Covid-19
Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Corona, Warga Semarang Tetap Lakukan Tradisi Ziarah Makam
Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Masih Bolehkan untuk Ziarah Kubur? Ini Penjelasan Quraish Shihab
Rata-rata dalam sehari mereka menangani belasan jenazah.
Namun, keramaian masih saja terjadi di sejumlah titik di Ibukota.
Seraya menyerok tanah makam, Sanan mengungkapkan rasa kekecewaannya.
"Nih saya sediain, yang tidak mengikuti peraturan pemerintah, yang bandel. Nih berakhir di kuburan."
"Kasian sama kami. Kita sedang menyiapkan lubang-lubang bagi yang tidak mengikuti peraturan pemerintah (PSBB)," ungkapnya pada Minggu (24/5/2020).
Kekecewaan Sanan didukung oleh salah satu temannya yang juga sedang menggali.
Selepas menggali, dia menunjukkan lahan yang masih kosong.
Nantinya, lahan kosong itu akan dijadikan lahan untuk jenazah Covid-19 bila tidak cukup.
"Itu lahan kosong kami sudah siapkan bagi yang bandel," ujarnya seraya menunjuk ke arah lahan tersebut.
Sambil berkelakar, Sanan bahkan ingin memberikan selebaran agar masyarakat paham menjaga jarak.
"Kalau saya punya helikopter saya bakal keluarin selebaran dari atas," ujarnya berseloroh.
Sanan merasa sedih ketika tim dari TribunJakarta mengajak berbincang seputar pekerjaannya.