Jubir Covid-19: Kita Tidak Bisa Kembali Ke Kondisi Normal seperti Sebelum Pandemi Corona

Achmad Yurianto meminta masyarakat mempunyai paradigma baru guna mengantisipasi pandemi Covid-19 berkepanjangan


zoom-inlihat foto
juru-bicara-pemerintah-untuk-penanganan-covid-19-achmad-yurianto-3.jpg
Dok. BNPB via Kompas.com
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).(Dok. BNPB)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menegaskan bahwa situasi yang sedang terjadi saat ini belum normal.

Menurutnya, kita masih akan melalui tahapan-tahapan yang cukup berat.

Ia juga menegaskan bahwa situasi yang sedang kita hadapi belum normal.

"Bahkan seluruh dunia sudah mengakui ini bahwa kita di seluruh dunia ini tidak bisa kembali ke kondisi normal seperti zaman dulu lagi sebelum ada pandemi Covid-19," katanya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (24/5/2020) seperti dilansir oleh Kompas.com.

Yurianto lantas meminta masyarakat mempunyai paradigma baru guna mengantisipasi pandemi Covid-19 berkepanjangan.

"Kita harus membuat paradigma baru, kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan kita menuju ke kebiasaan yang baru," ujarnya.

Baca: Berbagai Kasus Meninggal Mendadak Saat Pandemi Corona, Masih Pegang Setir Hingga Pemudik Jabodetabek

Baca: China Akan Mulai Menggunakan Vaksin Covid-19 pada Akhir Tahun, Meskipun Belum Selesai Diuji Coba

Kendati diharuskan hidup normal dengan cara baru, produktivitas masyarakat tidak boleh mundur setapak pun.

Namun, produktivitas masyarakat tersebut harus dibarengi dengan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemeritah agar aman dari Covid-19.

Menurutnya, hal tersebut merupakan strategi untuk mengubah cara hidup masyarakat.

"Inilah strategi yang harus kita lakukan dengan cara mengubah cara hidup kita masing-masing," terang dia.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya mengharapkan masyarakat dapat menaati pola hidup secara bersih dan sehat.

Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar terus membiasakan diri untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir.

"Kita harus mulai selektif, mulai memilih untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di luar rumah dan kemudian menggunakan masker apabila di luar rumah," ungkap Yurianto.

Baca: Kasus Baru di China Tunjukkan Kemungkinan Gejala Virus Corona Bisa Berubah

Update virus corona di Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Achmad Yurianto mengungkapkan jika masih ada penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga Minggu (24/5/2020).

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, Minggu, ada penambahan 526 kasus baru Covid-19.

"Sehingga secara akumulatif ada 22.271 kasus positif Covid-19 (di Indonesia) sampai saat ini," kata Yurianto.

Berdasarkan data yang dipaparkan Achmad Yurianto, kasus baru pasien positif Covid-19 tersebar di 26 provinsi.

Untuk enambahan kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 119 kasus baru.

Setelah itu disusul oleh Jawa Timur 68 dengan kasus baru dan Papua dengan 62 kasus baru.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved