China Berjanji Meningkatkan Proyek Kesehatan Sabuk dan Jalan di Tengah Pandemi Covid-19

Prakarsa Sabuk dan Jalan adalah dorongan perdagangan dan infrastruktur yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika yang diprakarsai oleh Presiden Xi


zoom-inlihat foto
prakarsa-sabuk-dan-jalan.jpg
SCMP.com
Pekerjaan pada jalur kereta api berkecepatan tinggi di Jawa telah ditangguhkan karena pandemi Covid-19. Foto: Xinhua


TRIBUNNEWSWIKI.COMChina akan meningkatkan proyek kesehatan masyarakat di negara-negara ‘sabuk dan jalan’ setelah pendemi Covid-19 berakhir.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Wang Yi pada Minggu (24/5/2020).

Wang mengatakan upaya global dalam mengatasi pandemi harus dikoordinasikan dan berjanji untuk mengembangkan 'jalan sutra yang sehat'.

"China akan secara aktif memperluas kerja sama internasional tentang kesehatan masyarakat, dan membangun mekanisme kontrol pandemi dengan lebih banyak negara," katanya dalam konferensi pers di pertemuan tahunan parlemen yang dikenal sebagai "dua sesi" seperti dilaporkan South China Morning Post.

"Akan ada lebih banyak kerja sama seperti itu di sepanjang sabuk dan jalan".

Prakarsa Sabuk dan Jalan - juga dikenal sebagai Jalur Sutra modern - adalah dorongan perdagangan dan infrastruktur yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika yang diprakarsai oleh Presiden Xi Jinping pada 2013.

Baca: China Akan Mulai Menggunakan Vaksin Covid-19 pada Akhir Tahun, Meskipun Belum Selesai Diuji Coba

Baca: Ilmuwan Teliti Sel Kekebalan Tubuh yang Berikan Harapan dalam Melawan Covid-19

Ini terutama berfokus pada proyek infrastruktur publik, tetapi ada seruan untuk kerjasama medis yang lebih besar ketika penyakit ini menyebar ke seluruh dunia.

Beberapa proyek unggulan telah tertunda karena kekurangan pekerja dan bahan baku setelah pemerintah di seluruh dunia memberlakukan pembatasan perjalanan dan kontrol perbatasan yang ketat untuk mengatasi penyakit ini.

Salah satu proyek yang terkena dampak adalah jalur rel kecepatan tinggi senilai 6 miliar USD yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung di Pulau Jawa,  setelah pandemi tersebut menunda impor bahan dari China.

Layanan tenaga kerja asing China mengirim 39.000 pekerja ke luar negeri pada Januari dan Februari, 29.000 lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut kementerian perdagangan.





Halaman
12
Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved