Bahkan sang hacker mangklaim akan membocorkan 200 juta penduduk lainnya.
Lalu apa perlunya meretas data pribadi demikian?
Baca: Lupa Bayar Zakat Fitrah Setelah Salat Idul Fitri, Bagaimana Hukumnya? Simak Penjelasan Ini
Baca: Klaim Token Listrik Gratis PLN Mei 2020, Klik stimulus.pln.co.id atau Cukup WA 08122-123-123
Data personal semacam ini penting untuk mendaftar berbagai macam keperluan.
Apa lagi di era teknologi sekarang ini, banyak nomor telepon, akun e-wallet, dan berbagai hal lain, diwajibkan untuk mendaftar sesuai data diri.
"Sangat berguna bagi siapa yang ingin memiliki banyak nomor telepon (di mana kamu butuh NIK dan KK)," tulis hacker.
(TribunnewsWiki.com/SO/Nur/Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan KPU soal Dugaan Kebocoran Data Kependudukan di DPT Pemilu"