Rutin Gerebek Perkampungan Buruh Migran, Pemerintah Malaysia Dikecam PBB: 'Timbulkan Ketakutan'

Tindakan pemerintah Malaysia dalam merazia para buruh migran dikecam oleh PBB sebagai bentuk penumbuhan sentimen ras dan tak efektif cegah Covid-19.


zoom-inlihat foto
demonstrasi-di-malaysia-2.jpg
MOHD RASFAN / AFP
Seorang pendemo membentangkan poster di pusat perbelanjaan Sogo, Malaysia.


Tindakan pemerintah Malaysia dalam merazia para buruh migran dikecam oleh PBB sebagai bentuk penumbuhan sentimen ras dan tak efektif cegah Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Utusan khusus PBB untuk Hak Migran, Felipe Gonzales Morales mengecam aksi pemerintah Malaysia dalam menggerebek kantung-kantung migran ilegal dengan dalih pencegahan wabah virus Corona

Menurut Felipe Gonzales Morales, pendekatan kekerasan demikian tidak membantu untuk menekan dan meredam penyebaran Covid-19.

“Gelombang penggerebekan dan kampanye kebencian sangat merugikan upaya memerangi pandemi di dalam negeri,” kata Felipe Gonzales Morales kepada Reuters.

PBB menilai kebijakan dari Pemerintah Malaysia tersebut akan menciptakan rasa takut di kalangan kaum migran, termasuk mereka yang menetap secara legal.

Namun pemerintah Malaysia bergeming terhadap sangkaan tersebut.

Melalui Kementerian Kesehatan Malaysia, mereka mengklaim pihaknya menemukan beberapa “kluster” Covid-19 di beberapa kantung-kantung pemukiman buruh migran.

Melawan wabah di kantung migran

ILUSTRASI - Sekelompok migran diselamatkan, sebagian besar Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh, mengangkat tangan mereka saat tiba di daerah kurungan baru di kota nelayan Kuala Langsa di Aceh pada 15 Mei 2015. Lebih dari 750 Rohingya dan migran Bangladesh diselamatkan pada tanggal 15 Mei. AFP PHOTO / Chaideer MAHYUDDIN
ILUSTRASI - Sekelompok migran diselamatkan, sebagian besar Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh, mengangkat tangan mereka saat tiba di daerah kurungan baru di kota nelayan Kuala Langsa di Aceh pada 15 Mei 2015. Lebih dari 750 Rohingya dan migran Bangladesh diselamatkan pada tanggal 15 Mei. AFP PHOTO / Chaideer MAHYUDDIN (AFP PHOTO / Chaideer MAHYUDDIN)

Pada hari Jumat (22/05/2020) Kemenkes melaporkan 35 kasus positif Covid-19 baru usai menggerebek sebuah pusat penampungan imigrasi di Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Sebanyak 645 orang migran dikabarkan ditahan aparat keamanan Malaysia.

Baca: Setelah Tes Covid-19, Empat TKI di Malaysia Malah Kabur, Satu Orang Masih dalam Pencarian

Baca: Nekat Mudik di Tengah Pandemi Covid-19, Pemudik ke Tasikmalaya Bakal Dipulangkan ke Daerah Asal

Baca: Tahun Ini Ekonomi Malaysia Diperkirakan Bakal Anjlok ke Level Terendah Akibat Sebaran Virus Corona

“Sumber penularan masih diselidiki."





Halaman
123
Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved